“Jika saya tidak berada di Gedung Putih, Leo tidak akan berada di Vatikan. Dia harus berhenti menuruti keinginan kaum Kiri Radikal dan fokus jadi Paus yang hebat, bukan politisi,” ujar Trump dengan gaya khasnya.
Paus Leo XIV: Stay Cool dan Tetap Vokal demi Damai
Mendapat serangan bertubi-tubi dari Washington, Paus Leo XIV tetap menunjukkan kelasnya.
Saat dalam perjalanan apostolik menuju Afrika, ia menegaskan bahwa tugas utamanya adalah menyuarakan Injil dan perdamaian, bukan berdebat politik dengan Trump.
Paus secara halus menyindir bahwa "khayalan kemahakuasaan" adalah pemicu utama konflik dunia yang memakan banyak korban jiwa tak bersalah.
Baca Juga: Jerome Polin Kena Tipu Rp38 M! Bisnis Menantea Resmi Tutup Permanen 25 April: Excel-nya Bohong
“Saya tidak takut pada pemerintahan Trump, atau berbicara lantang tentang pesan Injil. Saya akan terus bersuara lantang menentang perang dan mendorong dialog antarbangsa,” tegas Paus Leo XIV dari pesawat kepausan.
Konflik ini makin mempertegas jarak antara visi nasionalisme agresif Trump dengan misi perdamaian multilateral yang diusung Vatikan. Siap-siap, tensi antara "Gedung Putih" dan "Takhta Suci" sepertinya bakal makin memanas!***