KONTEKS.CO.ID - Sebuah instruksi mengejutkan turun langsung dari meja Kremlin.
Di tengah panasnya parit pertahanan, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan penghentian sementara operasi militer di seluruh wilayah Distrik Militer Utara.
Keputusan ini diambil untuk menghormati perayaan Paskah Ortodoks yang sakral.
Baca Juga: Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026: Gas Garuda!
Senjata diminta berhenti menyalak mulai pukul 16.00 pada tanggal 11 April hingga berakhirnya hari pada 12 April 2026.
Perintah ini disampaikan langsung kepada jajaran tertinggi militer Rusia sebagai langkah yang diklaim bernuansa kemanusiaan.
Jeda Religius di Tengah Skeptisisme
Meski terdengar menenangkan, suasana di lapangan tetap tense. Moskow menegaskan bahwa gencatan senjata ini berlaku dengan asumsi pihak Ukraina juga melakukan hal yang sama. Namun, pasukan Rusia tetap diperintahkan siaga penuh untuk mengantisipasi adanya provokasi.
Sikap waspada ini bukan tanpa alasan. Pengalaman tahun lalu menyisakan catatan pahit; meskipun ada jeda serupa, pihak Rusia melaporkan ribuan pelanggaran yang membuat kepercayaan antar kedua pihak berada di titik terendah.
"Sehubungan dengan hari raya Paskah Ortodoks yang akan datang, gencatan senjata diumumkan mulai pukul 16.00 pada tanggal 11 April hingga akhir hari pada tanggal 12 April," lapor pihak Kremlin dalam pernyataan resminya.
Perang Teknologi: Robot dan Drone Tetap Mengintai
Di balik narasi damai sejenak ini, realitas di garis depan menunjukkan evolusi perang yang makin canggih. Penggunaan robot tempur dan drone dilaporkan semakin masif untuk membuka jalur logistik hingga memasang ranjau secara otomatis.
Baca Juga: BAC 2026: 5 Wakil RI Gaspol di Perempat Final! Jojo Main Pertama, Ganda Muda Kita Ditantang Korea
Situasi keamanan pun masih sangat rapuh. Beberapa hari sebelum pengumuman ini, wilayah Novorossiysk sempat menjadi sasaran serangan drone yang mengakibatkan sejumlah warga sipil terluka dan kerusakan bangunan.