KONTEKS.CO.ID - Jagat maya, khususnya platform X, mendadak heboh pada Sabtu 4 April 2026 setelah muncul spekulasi bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilarikan ke rumah sakit.
Rumor ini makin liar setelah netizen memantau adanya aktivitas tidak biasa dan penutupan jalan di sekitar Walter Reed National Military Medical Center.
Ditambah lagi, Gedung Putih sempat membatasi akses media secara mendadak. Tak ayal, narasi "Trump masuk RS" pun langsung trending dan memicu asumsi liar di tengah memanasnya konflik Timur Tengah.
Gedung Putih: Presiden Trump Kerja Tanpa Henti
Melihat kegaduhan yang terjadi, Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, langsung memberikan klarifikasi tegas.
Ia memastikan bahwa sang presiden dalam kondisi prima dan sedang sibuk mengurus urusan negara di Sayap Barat.
“Tidak pernah ada Presiden yang bekerja lebih keras untuk rakyat Amerika daripada Presiden Trump. Pada akhir pekan Paskah ini, dia bekerja tanpa henti di Gedung Putih dan Ruang Oval,” tegas Steven Cheung pada Senin, 6 April 2026.
Baca Juga: Bukan Target Utama! Malaysia Jadikan Kejuaraan Asia 2026 'Trial' Demi Ambisi Besar di Thomas Cup
Koresponden Gedung Putih, Hugo Lowell, juga menambahkan bahwa pembatasan akses media hanyalah prosedur rutin.
Keberadaan personel Marinir di luar Sayap Barat menjadi bukti valid bahwa Trump tetap berada di posisinya, bukan di fasilitas medis.
Riwayat Kesehatan Trump yang Selalu Jadi Sorotan
Wajar jika publik sensitif, sebab kesehatan pria berusia 79 tahun ini memang sering disorot. Sebelumnya, netizen sempat gagal fokus dengan bercak merah di leher Trump saat upacara Medal of Honor. Ia juga diketahui mengidap insufisiensi vena kronis (CVI).
Meski begitu, laporan medis terbaru per April 2026 menyatakan kondisi Trump tetap prima. Tekanan darah, berat badan, hingga kadar kolesterolnya disebut masih dalam batas normal meskipun jadwal kerjanya sangat padat.