dunia

Diplomasi Satset Anwar Ibrahim! Cukup Sekali Telepon, 7 Kapal Malaysia Bebas Lewat Selat Hormuz Tanpa Tarif

Senin, 6 April 2026 | 07:30 WIB
PM Anwar Ibrahim bongkar rahasia di balik bebasnya Kapal Petronas di Selat Hormuz. (Instagram @anwaribrahim_my)

 

KONTEKS.CO.ID - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, baru saja membagikan cerita behind the scene keberhasilan diplomasinya dengan Iran yang bikin publik melongo.

Di tengah ketegangan global di Selat Hormuz, tujuh kapal tanker Malaysia yang sempat tertahan kini resmi dilepaskan dan diizinkan melintas tanpa biaya tol sepeser pun.

Cerita ini diungkapkan Anwar saat menyapa masyarakat di Johor Bahru, pada Minggu, 4 April 2026.

Ia menekankan bahwa hubungan baik dengan semua negara termasuk Iran adalah kunci keamanan energi nasional Malaysia.

Baca Juga: Nikah April 2026, Syifa Hadju dan El Rumi Pamer Prewedding Adat Gorontalo. Maia Estianty: Enggak Sabar!

Lobi Singkat Anwar Ibrahim Berujung Jaminan Keamanan

Anwar bercerita bahwa ia langsung menghubungi Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, untuk membahas nasib kapal-kapal Petronas yang terjebak di jalur rawan tersebut.

Respons yang didapat ternyata sangat luar biasa karena faktor kedekatan personal dan prinsip negara.

"Saya telepon sekali saja. Saya bilang kapal kami masih ada tujuh tertahan. Dia bilang, 'Oke Anwar, take it from me, terima pernyataan saya. Saya akan perintahkan segera kapal-kapal Malaysia untuk dilepaskan'," ungkap Anwar Ibrahim menirukan percakapan tersebut.

Baca Juga: Donald Trump Ngamuk di Medsos: Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran Usai Pesawat Militer AS Jatuh!

Gratis Biaya Tol bagi Negara Sahabat

Keistimewaan yang didapat Malaysia tak main-main. Duta Besar Iran untuk Malaysia, Valiollah Mohammadi Nasrabadi, mengonfirmasi bahwa kapal-kapal berbendera Malaysia dibebaskan dari kewajiban membayar tarif melintas.

Kebijakan ini diambil Teheran sebagai bentuk apresiasi terhadap Malaysia sebagai negara sahabat.

Padahal, banyak negara lain yang saat ini harus melakukan penjatahan BBM karena kesulitan akses logistik dan tingginya biaya asuransi di wilayah Teluk Persia tersebut.

Baca Juga: Okin Melawan! Merasa Karakter Dibunuh Rachel Vennya Terkait Konflik Rumah untul Biru: Kasih Gue Waktu Jelaskan

Halaman:

Tags

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB