Jenderal David Hodne (Kepala Komando Transformasi dan Pelatihan AD) serta Mayor Jenderal William Green (Kepala Korps Kapelan AD) turut dibebastugaskan dari posisi mereka.
Hingga kini, Pentagon belum memberikan alasan spesifik terkait pendepakan para jenderal ini.
Padahal, saat ini Angkatan Darat AS tengah meningkatkan kekuatan di Asia Barat (Timur Tengah), termasuk mengirim Divisi Lintas Udara ke-82 yang elit untuk kemungkinan operasi darat di Iran.
Baca Juga: Arsya, Siswa SMK di Kudus Kirim Surat Terbuka ke Prabowo: Tolak MBG Demi Gaji Guru Honorer!
Rentetan Kontroversi Pete Hegseth
Pencopotan Randy George menambah panjang daftar manuver kontroversial Hegseth sejak menjabat. Sebelumnya, ia telah memecat lebih dari selusin perwira senior, termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal C.Q. Brown.
Selain mutasi jabatan, Hegseth juga menjadi sorotan karena:
- Membatalkan sanksi bagi pilot AD yang terbang di dekat rumah penyanyi Kid Rock (pendukung vokal Trump).
- Mengatur parade militer raksasa untuk HUT ke-250 Angkatan Darat yang bertepatan dengan ulang tahun Trump.
- Memecat pengacara utama Angkatan Darat secara mendadak.
Perombakan masif ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pengamat militer global mengenai stabilitas komando AS, terutama saat ribuan tentara aktif tengah bersiaga di zona konflik.
Apakah strategi "cuci gudang" ala Pete Hegseth ini bakal memperkuat atau justru melemahkan militer AS? Kita pantau terus progresnya!***