KONTEKS.CO.ID - Pemerintahan Presiden Donald Trump tampaknya mulai gerah dengan derasnya sentimen negatif global imbas serangan militer terhadap Iran.
Kabar terbaru, Washington menginstruksikan seluruh kedutaan besar dan konsulat di dunia untuk melancarkan operasi kontra-sentimen anti-Amerika yang melibatkan unit operasi psikologis (Psyop) Pentagon.
Langkah agresif ini terendus lewat telegram rahasia yang ditandatangani Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.
Dokumen tersebut memerintahkan staf diplomatik untuk "berperang" di ruang digital guna memastikan kepentingan Amerika Serikat tetap aman di mata publik internasional.
Strategi 'Smooth' Lewat Tokoh Lokal & Influencer
Bukan sekadar rilis pers formal, AS kini mulai merekrut tokoh berpengaruh, influencer, hingga akademisi di negara tempatan.
Tujuannya jelas yaitu mengemas narasi yang didanai Amerika agar terasa lebih organik dan natural, seolah-olah aspirasi murni dari warga lokal.
Platform X milik Elon Musk disebut-sebut menjadi arena utama kampanye ini. Fitur Community Notes di X dianggap sebagai instrumen inovatif untuk menangkal propaganda tanpa terlihat mengekang kebebasan berpendapat.
“Kampanye-kampanye (anti-AS) ini berupaya mengalihkan kesalahan kepada Amerika Serikat, menabur perpecahan di antara sekutu, dan merusak kepentingan ekonomi serta kebebasan politik Amerika,” bunyi petikan dokumen yang dilaporkan The Guardian, Selasa 31 Maret 2026.
Kolaborasi Diplomat dan Unit Operasi Psikologis (Miso)
Hal yang cukup mengejutkan adalah instruksi eksplisit bagi kantor diplomatik untuk bekerja sama dengan 'Operasi Dukungan Informasi Militer' atau Miso (dahulu dikenal sebagai Psyop).
Menggabungkan diplomasi publik dengan unit militer perang psikologis adalah langkah yang dinilai tidak biasa dalam krama internasional.
5 Tujuan Utama Operasi Kontra-Sentimen AS:
- Counter-Messaging: Melawan pesan yang memusuhi posisi AS.
- Akses Informasi: Memperluas jangkauan narasi pro-Washington.
- Exposing Rivals: Mengungkap perilaku negara-negara musuh AS.
- Local Voices: Mengangkat suara tokoh lokal yang sejalan dengan kepentingan Amerika.
- American Story: Mempromosikan "cerita Amerika" sebagai standar kebenaran.
Baca Juga: Biodata Alexander Assad, Suami Clara Shinta, Pengusaha Luxury Class yang Terseret Isu Panas VCS
Branding Bantuan Luar Negeri
Tak hanya di dunia maya, Trump juga memerintahkan agar setiap bantuan luar negeri AS diberi label atau branding yang mencolok.