Kepala BNPB, Suharyanto, menekankan komitmen ini pada Jumat lalu. "Potensi penemuan jenazah akan ada lagi. Nanti akan kita sampaikan ke depannya."
Keluarga korban telah mengikhlaskan penggunaan alat berat, meski berisiko mengganggu kondisi jenazah.
“Seluruh pihak keluarga korban sudah merelakan dan mengikhlaskan apabila kemudian alat berat ini masuk akan mengganggu kondisi jenazah di bawah reruntuhan,” ujar Suharyanto.
Identifikasi korban pun menantang karena kerusakan sidik jari dan pembusukan, tapi Pusdokes Polri terus berupaya maksimal.***