"Jadi, kami sangat mengutuk tindakan oknum tersebut," sambungnya.
Muludin menyesalkan sikap anggota satuan tugas yang berniat meminta maaf.
Baik kepada wartawan korban intimidasi maupun ke pengurus PWI setempat.
Baca Juga: Lee Min Ho Siap Gelar Fan Meeting di Jakarta dalam Tur Minhoverse
Muludin mengatakan, PWI mendukung program MBG yang sedang diuji coba tersebut.
"Sebagai bentuk dukungan insan pers, program tersebut harus disosialisasikan kepada masyarakat," katanya.
Dia menjelaskan, protes pengurus PWI Lombok Timur kepada oknum yang mencederai tugas wartawan tidak terkait dengan pondok pesantren tempat uji coba program MBG di Lombok Timur.
Kata dia, pondok pesantren sudah maksimal memberikan pelayanan terbaik dengan harapan suksesnya program presiden tersebut.
Program tersebut, lanjutnya, harus mendapat dukungan dari semua masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Drakor Lee Min Ho Gagal Bersaing, Rating Drama When the Stars Gossip Mengalami Penurunan Drastis
Sementara, insan pers memiliki peran untuk menyosialisasikan.
Namun, saat peran itu dilakukan wartawan, justru mendapatkan perlakukan tidak layak.
"Tindakan intimidasi pengambilan kamera secara paksa dan penghapusan hasil liputan itu yang kami tidak terima," tegasnya.
"Sangat wajar bila semua komunitas jurnalis berteriak dengan persoalan ini," lanjutnya.
PWI Lombok Timur pun mendesak petugas yang arogan itu ditarik dari satuan tugas Makan Bergizi Gratis.
Artikel Terkait
Dilarang Main Gim Free Fire dan Mobile Legends di Ponsel, Remaja Putri Nekat Gantung Diri di Dapur
Puluhan Pelajar Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis di Sukoharjo, Badan Gizi Ungkap Fakta Ini
Ditargetkan Segera Kosong, 2.959 Orang di Enam Desa Sudah Dievakuasi Imbas Erupsi Gunung Ibu
5 Kabupaten dan 1 Kota di Lampung Ini Dikepung Banjir, Paling Parah Ada 19 Titik
Kemensos Salurkan Bantuan Korban Erupsi Gunung Ibu, Berikut Rinciannya