KONTEKS.CO.ID – Perlawanan terhadap kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Pati menjalar ke wilayah kabupaten dan kota lainnya.
Aksi protes yang dilancarkan warga pada akhirnya berujung keputusan Bupati Sadewo membatalkan kenaikan PBB di wilayah Kabupaten Pati.
Kini Paguyuban Pelangi Kota Cirebon berupaya agar pemerintahan setempat ikut menarik regulasi kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dianggap memberatkan warga masyarakat.
Baca Juga: BRI Buka BFLP 2025: Kesempatan Emas Jadi Pemimpin, Rekrutmen Penuh Inovasi! Ini Syaratnya
Kenaikan PBB di Kota Cirebon bahkan lebih besar lagi ketimbang Pati, Jawa Tengah. Bagaimana tidak, kenaikannya hampir 1.000% atau 10 kali lipat.
Persentase kenaikannya dianggap tidak masuk akal jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Pati yang naik 250%.
Untuk itu, perwakilan Paguyuban Pelangi, Hetta M Latumetten, mengatakan, masyarakat Kota Cirebon akan terus berjuang agar Wali Kota Cirebon Effendi Edo mau meninjau ulang regulasi yang memberatkan itu.
Baca Juga: Kejagung Tetapan Iwan Kurniawan Lukminto Tersangka Korupsi Kredit Sritex
“Berkaca dari (aksi masyarakat) Pati, kenapa kami tak bisa seperti mereka? Kami akan berjuang sampai kapan pun. Dari awal tahun 2024 kami sudah bergerak, bahkan sampai ke presiden dan mendagri. Dan mereka (pusat) sudah mendengar aspirasi kami,” katanya, Rabu 13 Agustsu 2025.
Ia mengungkapkan, hampir semua daerah Kota Cirebon PBB-nya naik minimal 100%. Tetapi sering dianggap tak berdampak lantaran nominalnya relatif kecil.
“Satu persen pun tetap bagian dari milik masyarakat. Tidak boleh terabaikan,” cetusnya.
Untuk itu, Paguyuban Pelangi menggandeng seluruh masyarakat agar bersatu mendukung perjuangan mereka agar suara warga Cirebon diperhatikan serius oleh pejabat pengambil kebijakan publik. ***
Artikel Terkait
Kejar Pasutri Dikira Lawan, Geng Motor Ngamuk Rusak Rumah Warga di Weru Cirebon
Kericuhan Jelang Aksi Unjuk Rasa Masyarakat Pati Tolak Kenaikan PBB 250 Persen
Kontroversi Bupati Pati Menaikkan Pajak PBB hingga 250 Persen, Mendagri Beri Reaksi
Ditolak Warga, Bupati Pati Akhirnya Batalkan Kenaikan PBB 250 Persen
Pajak Bumi dan Bangunan Naik 400 Persen, Warga Jombang Protes Bayar PBB Pakai Uang Receh Segalon: Nggak Ada Uang Lagi, Pakai Celengan Anak!