"Ternyata sudah tiga dokter, dari mulai dokter yang malam, pagi-pagi, sama dokter yang jam 9. Semuanya merekomendasikan harus segera dilahirkan," kata Dedi usai mendengar penjelasan Edwin.
Edwin menyoroti sikap ketus dari seorang bidan dalam memberi tahu pendarahan yang dialami istrinya.
"Sabar atuh Pak, kan mau dioperasi," cerita Edwin meniru bidan yang menangani sang istri.
Baca Juga: Komitmen IFG Dukung Ketenangan Masyarakat, Lindungi Perjalanan Selama Libur Panjang
Usai proses persalinan, Edwin menyebut sang istri tidak dibius total dan mendapat informasi anaknya lahir dengan berat 1.600 gram dan langsung dibawa ke ruangan bayi.
Saat dipanggil ke ruangan bayi, Edwin melihat kondisi anaknya yang dalam kondisi kritis.
"Pak. ini anak kritis, beratnya 1.200," ucap Edwin meniru perkataan staf rumah sakit.
"Edwin tidak tahu tindakan apa, disuruh tanda tangan, sudah keluar. Terus, sekitar jam 10.55, dipanggil lagi, bahwa anak sudah meninggal dunia," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Janji Bakal Gaji Rp10 Juta Per KK, Dedi Mulyadi Tuai Respons Beragam, Rano Karno Bilang Begini...
Dedi Mulyadi Disorot: Wali Murid Babelan Laporkan Program Militer ke Komnas HAM
Ledakan Amunisi di Garut Tewaskan 9 Warga Sipil, Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Ini
Korban Sipil dalam Ledakan di Garut Dituduh Pemulung Lapor Dedi Mulyadi, Keluarga Desak Klarifikasi TNI
Dedi Mulyadi Respons Santai Dilaporkan ke Komnas HAM Soal Kirim Anak-anak ke Barak Militer TNI