• Sabtu, 18 April 2026

Ledakan Amunisi di Garut Tewaskan 9 Warga Sipil, Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Ini

Photo Author
Lopi Kasim, Konteks.co.id
- Selasa, 13 Mei 2025 | 17:15 WIB
Ledakan amunisi di Garut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ungkap fakta ini (X.com/@r4g4ji)
Ledakan amunisi di Garut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ungkap fakta ini (X.com/@r4g4ji)


KONTEKS.CO.ID - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi meninjau lokasi ledakan amunisi yang menelan 13 korban jiwa di Garut, pada Selasa, 13 Mei 2025.

Peristiwa yang menewaskan 9 warga sipil dan 4 anggota TNI itu berlokasi di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jabar, pada Senin, 12 Mei 2025 sekitar pukul 09.30 WIB.

Dedi mengungkap rasa empatinya terhadap para keluarga korban yang teridentifikasi meninggal dunia di RS Pameungpeuk, Garut.

Baca Juga: Kopi RI Disukai Dunia, Tapi Kenapa Masih Sulit Bersaing di Pasar dunia?

"Tentu yang pertama disampaikan kepada keluarga korban adalah rasa belasungkawa, saya merasa punya tanggung jawab sebagai kepala daerah," tutur Dedi kepada awak media di lokasi kejadian, Garut, pada Selasa, 13 Mei 2025.

Dia mengatakan, terdapat para korban warga sipil yang telah meninggalkan anak dan istrinya.

Kata Dedi, niatnya untuk membantu biaya pendidikan para anak korban insiden ledakan amunisi di Garut.

Baca Juga: Presiden Prabowo Melayat Jenazah Eddie Marzuki Nalapraya, Sebut Sosok yang Berjasa Bagi Pencak Silat

"Yang meninggal itu meninggalkan anak, meninggalkan istri. sehingga untuk anak-anaknya yang belum menikah, itu biar Gubernur yang ambil alih tanggung jawab pendidikan, dan kehidupan kesehariannya," ujarnya.

Selain itu, Dedi pun menyoroti korban warga sipil yang tewas akibat insiden itu telah bekerja cukup lama untuk membantu petugas TNI AD.

"Mereka (korban) itu bekerja, pengakuan (keluarga korban) korban sudah bekerja cukup lama. Ada yang 10 tahun itu membantu (TNI AD)," sebutnya.

Baca Juga: Thailand Open 2025, Bobby Setiabudi dan Melati Daeva Menang Kilat, Permalukan Tuan Rumah 22 Menit

"Menjadi profesi yang ditekuni dalam setiap hari di sana. Dan kelihatannya sudah sangat berpengalaman menangani itu (amunisi)," lanjut Dedi.

Terkait peristiwa nahas itu, Dedi kemudian menyimpulkan para korban warga sipil itu mengalami kecelakaan saat bekerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lopi Kasim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X