• Sabtu, 18 April 2026

Tolak Kedatangan Atlet Senam Israel ke Jakarta, PDIP Ingatkan Sikap Tegas Konsisten Bung Karno

Photo Author
Rizki Adiputra, Konteks.co.id
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 09:20 WIB
Presiden Soekarno konsisten tolak apapun yang berhubungan dengan Israel termasuk partisipasi negara itu di bidang olahraga  (Foto: Pxfuel)
Presiden Soekarno konsisten tolak apapun yang berhubungan dengan Israel termasuk partisipasi negara itu di bidang olahraga (Foto: Pxfuel)

KONTEKS.CO.ID - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan tegas menolak rencana kehadiran rombongan atlet senam Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik yang akan digelar di Senayan, Jakarta Pusat, pada akhir Oktober 2025.

Penolakan ini konsisten dengan sikap serupa saat PDIP menentang kedatangan Timnas U-20 Israel pada ajang Piala Dunia U-20 tahun 2023 silam.

Politikus PDIP, Mohamad Guntur Romli menegaskan, posisi partainya berlandaskan prinsip konstitusional dan ideologis bangsa Indonesia yang menolak segala bentuk kerja sama dengan pihak penjajah, termasuk Israel yang masih menduduki tanah Palestina.

Baca Juga: Heboh Atlet Israel Bakal Ikut Kejuaraan Dunia Senam di Jakarta, DPR: Sensitif terhadap Nilai Kemanusiaan

“Sikap kami adalah pilihan konstitusional bahwa bangsa Indonesia tidak boleh memiliki kerjasama dgn pihak-pihak penjajah. Selama Israel masih menjajah tanah Palestina,” tegas Guntur, Kamis, 9 Oktober 2025.

Menurutnya, dasar penolakan itu sejalan dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di dunia harus dihapuskan.

Lebih jauh, Guntur menyebut sikap anti-Israel ini juga merefleksikan warisan ideologis Presiden Soekarno yang konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina dan menolak segala bentuk hubungan dengan Israel.

“Sikap ini bukan hanya retorika, melainkan diwujudkan melalui keputusan konkret di bidang olahraga dan diplomasi, yang mencerminkan komitmen anti-imperialisme dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina,” paparnya.

Jejak Historis Penolakan Indonesia terhadap Israel

Guntur mengingatkan bahwa sikap politik Indonesia terhadap Israel memiliki akar sejarah yang panjang. Salah satunya saat Bung Karno memerintahkan Timnas Indonesia untuk menolak bertanding melawan Israel di Kualifikasi Piala Dunia 1958.

Baca Juga: MUI Desak Pemerintah Tolak Tim Israel Bertanding di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025

“Keputusan ini menjadi simbol perlawanan terhadap apa yang dianggap sebagai penjajahan Israel atas tanah Palestina,” ucap Guntur.

Penolakan serupa juga terjadi saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-4 tahun 1962. Kala itu, Bung Karno secara terbuka menolak memberikan visa kepada atlet Israel. Imbasnya, Indonesia diskors dari Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Namun, ketegasan itu tidak berhenti di situ. Sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi kekuatan Barat, Indonesia justru mendirikan Games of the New Emerging Forces (Ganefo) sebagai wadah alternatif olahraga dunia. Dalam pidatonya di Ganefo 1963, Bung Karno kembali menegaskan penolakannya terhadap atlet Israel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rizki Adiputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X