KONTEKS.CO.ID - Sosok An Se Young emang nggak ada habisnya bikin decak kagum. Setelah menyandang status Juara Asia 2026, si Ratu Bulu Tangkis Dunia ini kembali naik podium.
Tapi kali ini, bukan buat terima medali emas, melainkan Penghargaan Demokrasi dan Perdamaian 19 April ke-7.
Penghargaan prestisius ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberanian An Se Young menyuarakan ketidakadilan dan sistem "toxic" di dunia olahraga Korea Selatan, terutama di internal federasinya sendiri.
Berani Speak Up Meski Kena Mental Attack
Perjalanan An Se Young buat dapet penghargaan ini nggak gampang. Pasca-Olimpiade Paris 2024, An sempat membongkar bobroknya manajemen cedera dan sistem operasional Asosiasi Bulu Tangkis Korea (BKA) yang dinilai otokratis.
Alih-alih didukung, An justru sempat kena "serangan balik" berupa fitnah dari oknum petinggi BKA yang menyebutnya sebagai bintang yang nggak punya sopan santun.
Namun, An tetap slay dan membuktikan integritasnya lewat prestasi dan sikap yang tetap rendah hati.
"Penghargaan ini bukan hasil dari upaya saya sendiri, tetapi hasil gabungan dari kerja keras dan hati semua orang yang mendukung saya."
"Saya ingin menjadi seseorang yang menyampaikan harapan dan keberanian kepada banyak orang melalui olahraga," ungkap An Se Young di Seoul Press Center, Jumat 17 April 2026.
Baca Juga: Suster Natalia Pasrah ke Penjara Demi Tabungan Umat Rp 28 Miliar yang Dikuras Oknum BNI
Konsistensi Sang Ratu: No. 1 Dunia Selama 140 Pekan
Meski digempur kritik dan drama audit parlemen, atlet berusia 24 tahun ini tetap fokus latihan. Hasilnya nggak main-main.
An Se Young sukses mempertahankan takhta peringkat No. 1 dunia tunggal putri selama 140 pekan berturut-turut!
Komite pengarah memuji An bukan cuma karena medali emasnya, tapi karena ia berjuang sendirian melawan masalah kronis di dunia bulu tangkis yang selama ini tertutup rapat.
Artikel Terkait
Dipimpin Fajar Alfian dan Putri Kusuma Wardani, Pendekar Cipayung Malam Ini Terbang ke Denmark: Langkah Pertama Genggam Piala Thomas dan Uber 2026
Jajal Bisnis Properti, Legenda UFC Khabib Nurmagomedov Bangun Hunian Mewah Rp1,2 Triliun di Dubai
Tim Malaysia Andalkan Simulasi Laga Jelang Thomas dan Uber Cup 2026
Korea Tinggalkan Pemain Andalan, Thomas Cup 2026 Jadi Ajang Pertaruhan Generasi Baru
Target PBSI di Thomas dan Uber Cup 2026: Tim Putra Bidik Final, Putri Minimal Semifinal
Thomas Cup 2026: Malaysia All-Out! Bawa 6 Pemain Sparing ke Denmark Demi Akhiri Paceklik Gelar 34 Tahun
Debut Koh Hendra Setiawan Jadi Pelatih di Thomas Cup 2026: Panggilan Jiwa, Harus Siap Tempur!
Pernah Bantai China di Denmark dan Juara, Hendra Setiawan Cium Aroma RI Jawara Piala Thomas 2026
Pearly Tan Terpaksa Absen, Skuad Uber Malaysia Panggil Wonderkid Chong Jie Yu ke Denmark
Kabar Mengejutkan, Marc Marquez Pensiun: Ini MotoGP Terakhir Saya!