“Dengan letak geografis Indonesia yang berada di wilayah khatulistiwa, stasiun bumi ini mempunyai keunggulan dalam menjangkau lintasan orbit tertentu. Terutama pada fase awal peluncuran dan transisi menuju orbit yang telah ditentukan,” jelasnya lagi.
Dalam peluncuran LVM3-M6, sambung dia, Stasiun Bumi Rancabungur berkontribusi pada pemantauan parameter penerbangan roket dan transmisi data secara real time.
Seluruh sistem dapat bekerja sesuai dengan prosedur teknis dan keselamatan yang telah melalui tahapan uji dan simulasi sebelumnya.
Baca Juga: Institut Usba Bongkar Risiko Sawit untuk Biofuel di Papua: Ancaman Bencana dan Konflik
Keberhasilan dukungan stasiun bumi ini pada peluncuran LVM3-M6 menunjukkan Indonesia siap menjadi mitra aktif dalam kegiatan antariksa global.
“Ini sejalan dengan visi BRIN untuk mengoptimalkan infrastruktur nasional agar memberi dampak ilmiah, teknologi, dan diplomasi yang lebih besar,” katanya.
Keterlibatan ini tidak berdiri sendiri. Namun merupakan bagian dari kerja sama keantariksaan jangka panjang antara Indonesia dan India.
Kerja sama ini telah terjalin sejak era LAPAN dan akan terus dilanjutkan serta diperkuat di era BRIN.
Baca Juga: Lonjakan Dahsyat, KAI Daop 1 Jakarta Catat 50.759 Penumpang Berangkat di Hari Libur Natal
Peluncuran LVM3-M6 menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat kerja sama yang selama ini telah berjalan.
ISRO menilai dukungan dari stasiun bumi di Indonesia memberikan nilai tambah signifikan. Terutama dalam memperluas cakupan pemantauan peluncuran dan operasi satelit.
“Kolaborasi dengan Indonesia memberikan keuntungan strategis bagi misi-misi kami. Sebelumnya sempat ada sedikit concern namun dapat diselesaikan, kami mendapatkan data lengkap, tidak ada data yang hilang. Kami melihat potensi besar untuk memperluas kerja sama ISTRAC dengan BRIN di masa depan,” puji Director of ISRO's Telemetry, Tracking and Command Network (ISTRAC), Dr A. K. Anil Kumar, dalam sambutan post-launching di Bangalore India.
Keberhasilan ini sebagai langkah awal menuju kemitraan yang lebih strategis. Selain mendukung peluncuran roket dan operasi satelit, ke depan diharapkan dapat mencakup peningkatan kapasitas stasiun bumi, pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi riset dan inovasi di bidang antariksa.
Baca Juga: Seskab Teddy: Pembangunan 500 Unit Rumah untuk Korban Bencana Sumatra Rampung dalam Sepekan
“Pengalaman mendukung LVM3-M6 juga menjadi pembelajaran berharga bagi BRIN dalam mempersiapkan peran yang lebih besar di masa mendatang,” sebut Ade.