nasional

Bambang Tri Sebut Penulisan Buku Jokowi Undercover: Pembelaannya untuk Prabowo

Selasa, 23 September 2025 | 11:15 WIB
Bambang Tri, penulis buku Jokowi Undercover. (Tangkapan Layar Akun Youtube Forum Keadilan TV)

KONTEKS.CO.ID - Pemilihan Presiden 2014 dikenang sebagai salah satu kontestasi paling keras yang diwarnai oleh kampanye hitam dari kedua belah pihak.

Di tengah panasnya situasi tersebut, penulis Bambang Tri Mulyono memutuskan untuk melakukan investigasi yang kemudian melahirkan buku kontroversial "Jokowi Undercover".

Ia mengaku, motivasi utamanya saat itu adalah murni untuk membela Prabowo Subianto, yang ia dukung.

Baca Juga: Indonesia dan Uni Eropa Resmi Teken Perjanjian Dagang, Eksportir Hemat Rp11,7 Triliun

"Saya memang pendukungnya Prabowo," ujar Bambang dalam sebuah video yang ditayangkan di kanal Youtube Forum Keadilan TV, 23 September 2025.

Ia merasa gerah melihat Prabowo terus-menerus menjadi korban kampanye hitam yang menyerang ranah pribadinya.

Pemicu utamanya adalah narasi yang mempertanyakan kelayakan Prabowo sebagai presiden karena isu personal.

Baca Juga: Ballon d’Or 2025: Johan Cruyff Trophy Milik Luis Enrique

Merasa serangan tersebut tidak pantas, ia berinisiatif untuk mencari informasi tandingan.

Titik awal investigasinya adalah sebuah foto lawas hitam-putih dari koleksi majalah Life Amerika, yang menampilkan sosok mirip ayah Joko Widodo (Jokowi) bersama tokoh PKI, D.N. Aidit.

"Saya punya insting ini asli," tegasnya. Foto inilah yang mendorongnya untuk menelusuri lebih jauh klaim-klaim mengenai silsilah keluarga Jokowi, yang menjadi inti dari bukunya.

Baca Juga: Janice Tjen Cetak Start Manis di China Open 2025, Ranking Dunia Melonjak Dekati 100 Besar WTA

Perlu dicatat bahwa klaim-klaim yang dipaparkan oleh Bambang Tri dalam bukunya, termasuk mengenai silsilah keluarga dan dugaan keterkaitan dengan PKI, secara luas telah dibantah oleh pihak keluarga Presiden Jokowi.

Klaim tersebut juga dianggap sebagai disinformasi dan teori konspirasi oleh sebagian besar media arus utama serta lembaga pemeriksa fakta.

Halaman:

Tags

Terkini