Wacana penempatan pasukan multinasional di Jalur Gaza kian mengerucut. Mediator Amerika Serikat (AS) dalam dialog dengan Hamas, Bishara Bahbah, menyebut Indonesia akan mengambil peran penting.
Personel TNI nantinya ditempatkan di wilayah selatan Gaza dalam kerangka misi stabilisasi internasional. Bahbah menyampaikan gelombang awal Pasukan Stabilisasi Internasional dijadwalkan mulai masuk ke Gaza pada awal April mendatang.
Setelah itu, pengerahan pasukan dalam jumlah lebih besar akan dilakukan pada tahap berikutnya.
“Setahu saya, kelompok pertama dari kekuatan ini akan memasuki Gaza pada awal April, dan kontingen yang lebih besar akan menyusul pada bulan berikutnya,” ujar Bahbah.
Dalam rancangan pembagian tugas, kontingen Indonesia direncanakan bertanggung jawab atas sektor selatan Jalur Gaza. Sementara, pasukan dari negara lain akan ditempatkan di area berbeda.
Kota Rafah, yang berada di bagian selatan wilayah tersebut, disebut-sebut menjadi titik awal penempatan misi.***
Artikel Terkait
5 Poin Penting dari Rapat Perdana Dewan Perdamaian yang Dibesut Trump, Salah Satunya Indonesia Wakil Komandan Pasukan di Gaza
Gabung Board of Peace, FIFA Janji Bangun Stadion dan Akademi Sepak Bola Bertaraf Dunia di Gaza
Mediator AS dan Hamas Sebut Pasukan Indonesia Ditempatkan di Selatan Gaza
Gaza Kembali Terisolasi, Akses Bantuan Ditutup saat Israel Serang Iran
Diplomasi Gaza atau Negosiasi Dagang? Institut Marhaenisme Pertanyakan Keterlibatan Indonesia di BoP