KONTEKS.CO.ID - Ketua Umum Ormas Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar, membela instruksi Joko Widodo kepada para relawannya untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka selama dua periode hingga 2034.
Menurut Semar, seruan tersebut bukanlah cerminan dari ambisi haus kekuasaan, melainkan sebuah panggilan untuk membangun solidaritas di tengah situasi politik yang rentan.
Semar, yang baru-baru ini bertemu langsung dengan Jokowi di Solo, menjelaskan bahwa peneguhan sikap ini diperlukan untuk menghadapi serangan-serangan politik liar yang bertujuan mengganggu stabilitas pemerintahan.
Baca Juga: Jadwal Final Korea Open 2025: Jonatan Christie dan Fajar Fikri Bidik Gelar Juara di Suwon
"Disampaikan lagi oleh beliau (Jokowi), saya rasa itu kan meneguhkan sikap, satu membangun solidaritas. Kedua, karena memang situasi kayak sekarang ini kan butuh soliditas yang cukup kuat," ujar Semar dalam sebuah video yang tayang di kanal Youtube Unpacking Indonesia pada Sabtu, 27 September 2025.
Ia menegaskan bahwa instruksi tersebut disampaikan secara khusus kepada para pendukung loyal Jokowi yang telah bersamanya sejak lama, bukan kepada publik secara umum, sehingga sah-sah saja dilakukan.
Menurutnya, tudingan haus kekuasaan baru relevan jika di masa depan Jokowi mendorong Gibran maju sebagai presiden dan dirinya sendiri turun gunung kembali.
Baca Juga: Fajar Alfian-Muhammad Shohibul Fikri Lolos ke Final Korea Open 2025, Susul Jonatan Christie
Antisipasi Ancaman Makar
Lebih jauh, Semar mengaitkan seruan Jokowi ini dengan adanya ancaman nyata terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Ia merujuk pada pernyataan Jokowi sebelumnya mengenai "upaya makar" dan munculnya isu "darurat militer" sebagai indikasi adanya pihak-pihak yang mencoba menggulingkan pemerintahan di tengah jalan.
"Sudah banyak yang mulai ganggu-ganggu ini. Sudah mulai banyak yang coba-coba untuk gulingkan Pak Prabowo misalnya, menggulingkan Mas Gibran," ungkapnya.
Baca Juga: Prediksi Cuaca BMKG: Hujan Petir Bayangi Jabodetabek pada Siang dan Sore Hari
Dalam konteks inilah, seruan Jokowi kepada para relawannya untuk merapatkan barisan harus dimaknai sebagai upaya membangun benteng sipil yang solid untuk menjaga pemerintahan yang sah.
Semar juga menggarisbawahi adanya komitmen awal antara Jokowi dan Prabowo untuk keberlangsungan duet Prabowo-Gibran selama dua periode, yang kini hanya diteguhkan kembali oleh Jokowi kepada barisan pendukung setianya.***
Artikel Terkait
Dulu PPP 'Tersesat' oleh Sinyal Rumit Jokowi, Kini Kuncinya Baca Arah Terbuka Prabowo
177 Pati TNI dari Tiga Matra Resmi Naik Pangkat, Eks Ajudan Jokowi Sandang Bintang Tiga
Jokowi Puji Pidato Presiden Prabowo di PBB, Singgung Soal Menepuk Meja Jadi Brand Baru
Ratu Belanda ke Indonesia 25 November 2025, Prabowo: Mau Diskusi Soal Keuangan
Selain Perkuat Diplomasi, Kunjungan Prabowo ke Luar Negeri Catat Investasi Rp380 Triliun