• Sabtu, 18 April 2026

Staf Ahli Kapolri Akui Demostrasi Agustus 2025 Paling Dahsyat, Ini Sebabnya

Photo Author
Setiawan Konteks, Konteks.co.id
- Rabu, 3 September 2025 | 18:39 WIB
Demonstrasi di depan Gedung DPR diwarnai ricuh antara massa mahasiswa dan aparat keamanan. (Tangkapan layar X)
Demonstrasi di depan Gedung DPR diwarnai ricuh antara massa mahasiswa dan aparat keamanan. (Tangkapan layar X)

KONTEKS.CO.ID - Staf Ahli Kapolri, Aryanto Sutadi, menyebut bahwa aksi demonstrasi atau unjuk rasa (Unras) massal belakangan ini merupakan paling dahsyat yang dihadapi Polri.

"Menurut saya, ini pengamanan unras massal yang terjadi sekarang ini, paling dahsyat yang dihadapi polisi sejak polisi itu ada," kata Aryanto di Jakarta, Rabu, 3 September 2025.

Menurutnya, tantangannya juga lebih besar dibanding aksi demonstrasi 212 beberapa tahun silam.

Baca Juga: Intelijen dan Aparat Keamanan Gelagapan Tangani Demonstrasi

Ia menjelaskan, aksi demonstrasi 212 dan beberapa aksi besar lainnya, isu yang diangkat tidak terlalu banyak atau bahkan single factor.

"Dahulu isunya kan cuma ya pergantian, pembinaan, tidak percaya pada ini, dan sebagainya. Cuma itu," ucapnya.

Namun pada aksi demonstrasi akhir Agustus kemarin, paling tidak ada 8 isu yang diperjuangkan demonstran. Isunya juga dari berbagai bidang, baik politik, hukum, ekonomi, dan seterusnya.

Baca Juga: Rusak Imbas Demonstrasi Rusuh, Begini Nasib 18 Traffic Light di Jakarta

"Isu politik makzulkan Gibran, Jokowi ini, ini. Isu ekonomi, kebijakan pemerintah yang pajak naik, isu tidak percaya sama DPR, isu kebencian pada polisi yang terus digembar-gemborkan," katanya.

Bukan hanya banyaknya isu, elemen yang melakukan demonstrasi juga dari berbagai kelompok masyarakat, yakni mahasiswa, buruh, dan berbagai elemen lainnya.

"Masing-masing [isu] kan punya kelompok yang gampang disulut. Itulah kemarin itu ya, kita membaca, ya inilah hebatnya para perusuh itu yang memanfaatkan potensi-potensi itu," katanya.

Baca Juga: Polisi Ungkap Lokasi Penyimpanan Bom Molotov Demonstrasi Ricuh Jakarta, Perakitnya Dijuluki Profesor

Ariyanto lebih lanjut menyampaikan, ditambah lagi derasnya provokasi dan ajakan-ajakan untuk demonstrasi serta melakukan tindakan-tindakan anarkistis di media sosial (mesdos).

"Kan anak-anak di bawah [umur] gitu. Dia diajak, besok kita ikut-ikut demo ya, bakar. Kemudian kalau ada intelijen masuk, bunuh dia. Bawa bom molotov," ujarnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiawan Konteks

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X