• Sabtu, 18 April 2026

Habiskan Rp1,3 Triliun, Dua Bendungan Warisan Jokowi Melempem Hadapi Ancaman Banjir Jakarta

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Selasa, 8 Juli 2025 | 08:51 WIB
Mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat meresmikan Bendungan Ciawi yang diyakini mngurangi banjir Jakarta.  (Dok. Laily Rachev-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat meresmikan Bendungan Ciawi yang diyakini mngurangi banjir Jakarta. (Dok. Laily Rachev-Biro Pers Sekretariat Presiden)

KONTEKS.CO.ID - Dua bendungan yang menelan biaya ratusan miliar di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ternyata tak mampu mengatasi banjir di Jakarta.

Banjir di sekitar Kali Ciliwung tetap saja terjadi dalam beberapa hari terakhir akibat curah hujan yang tinggi di Jakarta dan Bogor.

Infrastruktur yang dimaksud adalah Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi. Bendungan ini tak mampu mencegah banjir kiriman. 

Baca Juga: Stratus Sangat Menular di Inggris, Varian Baru COVID-19 'Frankenstein' Gejalanya Sangat Menyakitkan

Hal ini pernah terjadi pada bulan Maret lalu. "Kedua bendungan tersebut belum mampu mencegah banjir kiriman. Ini akibat tingginya curah hujan dan sebarannya yang luas di Kota dan Kabupaten Bogor," kata pengamat tata kota, Yayat Supriatna, di salah satu televisi nasional, pada Selasa 4 Maret 2025.

Menurut dia, posisi Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi berada di luar lingkup curah hujan ekstrem yang berlangsung selama dua hari (2-3 Maret 2025) di daerah Kabupaten/Kota Bogor.

Dengan demikian, air yang bersumber dari curah hujan tinggi serta tersebar tersebut tak terantisipasi oleh kedua bendungan. Jadi patut dipertanyakan terkait perencanaan teknis dari pembangunan Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi.

Baca Juga: PBSI Pastikan Anthony Ginting dan Gregoria Berangkat ke Japan dan China Open 2025

Kapasitas Bendungan Ciawi dan Sukamahi

Bendungan Ciawi diresmikan pada Desember 2022. Pemerintah mengklaim Bendungan Ciawi mampu menampung air hingga 6,05 juta m3 dengan luasan area genangan 39,40 hektare. 

Kapasitas tersebut bisa mereduksi banjir sebesar 111,75 meter kubik per detik. Sedangkan biaya untuk membangun bendungan mencapai Rp798,70 miliar.

Sedangkan Bendungan Sukamahi dirancang dengan daya tampung 1,68 juta m3. Bendungan memiliki luas area genangan hingga 5,23 hektare. 

Baca Juga: Menteri Transportasi Rusia Tewas Bunuh Diri Beberapa Jam Setelah Dipecat Vladimir Putin

Dengan spesifikasi di atas, bendungan tersebut dapat berkontribusi mereduksi banjir dengan volume 15,47 meter kubik per detik.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (SDA PUPR) mengategorikan kedua bendungan tersebut sebagai bendungan kering. 

Kategori ini adalah kedua bendungan baru tergenangi air di musim hujan. Sedangkan di musim kemarau bendungannya kembali kering.

Baca Juga: Beredar Video Jalan HR Rasuna Said Banjir Bak Lautan: Motor Nggak Selamat, Mogok Semua!

Klaim Jokowi Kurangi Banjir Jakarta

Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan bendungan senilai total Rp1,3 triliun ini pada 23 Desember 2023 meyakini, masalah banjir di Jakarta dapat dipangkas 30%. 

"(Bendungan) Ciawi dan Sukamahi bisa nanti akan mengurangi dari 464 juta meter kubik menjadi 318 juta meter kubik. Kurang lebih nantinya ada 12 kelurahan yang akan menjadi tak terdampak (banjir) lagi karena adanya waduk ini," kata Jokowi saat itu.

Namun kenyataannya dalam dua hari terakhir bencana banjir terus menyapa warga Jakarta. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X