• Sabtu, 18 April 2026

Jenazah Dua Pendaki Tewas di Cartensz Diterbangkan ke Jakarta dengan Lion Air

Photo Author
Eko Priliawito, Konteks.co.id
- Senin, 3 Maret 2025 | 11:26 WIB
Dua srikansi pendaki Indonesia, Lilie Wijayati dan Elsa Laksono, meninggal dunia di Puncak Gunung Carstensz Papua.  (X.com @andreasharsono)
Dua srikansi pendaki Indonesia, Lilie Wijayati dan Elsa Laksono, meninggal dunia di Puncak Gunung Carstensz Papua. (X.com @andreasharsono)


KONTEKS.CO.ID - Jenazah dua pendaki yang meninggal di
Puncak Jaya, Papua, atau Piramida Carstensz, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, sudah berhasil dievakuasi.

Evakuasi terhadap jenazah Lilie Wijayanti telah selesai dilakukan tim SAR pada Senin, 3 Maret 2025. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Mimika sekitar pukul 06.50 WIT.

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman mengatakan, kedua korban dievakuasi secara terpisah menggunakan helikopter.

Baca Juga: Kronologi Katulampa Siaga 1, Sebabkan 28 RT di Jakarta Terendam Banjir

Jenazah Elsa Laksono (59) dievakuasi lebih dulu ke Timika pada Minggu, 2 Maret 2025. Setelah proses evakuasi selesai dilakukan pada pagi tadi, jenazah keduanya kemudian diterbangkan ke Jakarta pada pukul 10.45 WIT.

“Evakuasi kedua jenazah berjalan dengan lancar meski terkendala cuaca buruk. diterbangkan ke Jakarta menggunakan maskapai Lion Air,” AKBP Billyandha.

Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Poegiono meninggal dunia karena mengalami hipotermia saat turun usai melalukan pendakian dari Puncak Carstenz Pyramid.

Baca Juga: Viral Anak Flexing Naik Jet Pribadi, DPR Desak Kapolri Tegur Keras Kapolda Kalsel

Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono meninggal dunia karena indikasi terkena gejala acute mountain sickness (AMS). Jenazah mereka sempat dievakuasi oleh rekan dan guide pendamping di Teras Dua.

Lilie dan Elsa adalah sahabat lama dan merupakan warga Kota Bandung, Jawa Barat. Keduanya pendaki dari komunitas Kura-Kura Gunung (KKG), komunitas pendaki lansia.

Keduanya telah lama kenal karena merupakan alumni angkatan 1984 SMA Katolik Santo Albertus Malang atau SMA Dempo.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Eko Priliawito

Tags

Terkini

X