• Sabtu, 18 April 2026

Bius dan Perkosa Keluarga Pasien, Dokter PPDS Unpad Punya Kelainan Seksual

Photo Author
Eko Priliawito, Konteks.co.id
- Rabu, 9 April 2025 | 21:10 WIB
Pengungkapan kasus pemerkosaan oleh dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.
Pengungkapan kasus pemerkosaan oleh dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.



KONTEKS.CO.ID
- Priguna Anugerah atau PAP (31) dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang memperkosa keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, terindikasi mengalami kelainan perilaku seksual.

Hal ini terungkap dari hasil pemeriksaan penyidik Polda Jabar terhadap pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada 23 Maret 2025.

"Dari pemeriksaan beberapa hari ini memang kecenderungan pelaku ini mengalami sedikit kelainan dari segi seksual," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Surawan dalam rilis pengungkapan kasus tersebut di Bandung, pada Rabu, 9 April 225.

Baca Juga: Sesuai Jadwal dan Ramalan? Luna Maya Pernah Diramal Bakal Menikah dengan Pria yang Lebih Muda

Menurut Surawan, penyidik akan memperkuat temuan awal terkait indikasi bahwa pelaku mengalami kelainan seksual. Pemeriksaan psikologi forensik terhadap tersangka akan segera dilakukan.

"Begitu juga dengan hasil pemeriksaan dari pelaku ini, nanti kita akan perkuat dengan pemeriksaan dari psikologi forensik, ahli psikologi untuk tambahan pemeriksaan," katanya.

Diketahui bahwa PAP melakukan pemerkosaan terhadap keluarga pasien RSHS berinisial FH, yang berusia 21 tahun. Perbuatan keji dilakukan pelaku di ruangan yang ada di lantai 7.

Baca Juga: Apa Bius Midazolam, Dipakai PPDS Unpad untuk Memperkosa Keluarga Pasien di RSHS

Menurut Surawan, pemerkosaan terjadi saat korban yang sedang mendampingi ayahnya harus melakukan transfusi darah.

PAP sengaja membius korban menggunakan obat bius yang diduga bernama Midazolam.

Korban yang diminta melakukan crossmatch atau kecocokan jenis golongan darah mendapat pertolongan dari PAP.

Sebelum pelaksanaan pemeriksaan darah, korban dibius dan tak sadarkan diri. Beberapa jam korban baru sadar dan merasakan sakit di tangan bekas infus dan di kemaluannya.

Baca Juga: Jadwal MotoGP Qatar 2025: Duel Sengit Marc Marquez Vs Bagnaia Siap Panaskan Sirkuit Losail!

"Korban tidak tahu maksud pelaku apa karena saat itu diajak ke ruang baru dengan dalih akan dilakukan tindakan medis," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Eko Priliawito

Tags

Terkini

X