kontekstory

Dari Susannah ke Epic Fury, Ketika AS dan Israel Gemar Melakukan Operasi Militer di Timur Tengah

Sabtu, 18 April 2026 | 11:24 WIB
Menteri Pertahanan Pinchas Lavon, kiri, dan Kepala IDF Moshe Dayan, dengan Shimon Peres di latar belakang, pada 8 Februari 1953. (GPO)

Pertimbangan persepsi publik juga menjadi faktor. Nama operasi harus terdengar kuat, dapat diterima khalayak domestik maupun internasional, dan mencerminkan karakter misi yang dijalankan.

Dalam konteks konflik Iran, Epic Fury dianggap mewakili dua unsur: ancaman besar yang sedang dihadapi dan intensitas respons yang ingin ditunjukkan.

Baca Juga: Mengenang Kosasih Kartadiredja, Wasit Indonesia Pertama Berlisensi FIFA yang Anti Suap dan Match Fixing Meski Hidup Pas-pasan

Campuran makna monumental dan amarah besar itu memberi gambaran operasi tersebut ingin dipersepsikan sebagai langkah tegas yang memiliki bobot historis dan emosional.***

Halaman:

Tags

Terkini