• Sabtu, 18 April 2026

Ironi Calon Astronaut Indonesia Pratiwi Sudarmono: Dijegal Pesawat Challenger Meledak, Ditarik Pulang Habibie Setelah Latihan Belasan Tahun di NASA!

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Rabu, 15 April 2026 | 14:15 WIB
Astronot Indonesia, Pratiwi Sudarmono, mengenakan seragam NASA dan membawa miniatur pesawat ulang-alik Challenger saat masih menjalani pelatihan di Florida, AS.  (Foto: NASA)
Astronot Indonesia, Pratiwi Sudarmono, mengenakan seragam NASA dan membawa miniatur pesawat ulang-alik Challenger saat masih menjalani pelatihan di Florida, AS. (Foto: NASA)

“Jadi itulah kemudian mikrobiologi itu bisa dibawa menjadi salah satu dari Inspex dan sesudah itu baru ditawarkan kepada saya apakah mau menjalankan penelitian itu sendiri,” papar mantan Dekan FK UI itu.

Sementara pemerintah juga berpikir program ini kalau dijalankan siapa yang mau menjalankannya. “Maka masuklah saya. Didaftarkan waktu itu 207 orang kira-kira, saya nomor terakhir ya, dan mulai proses seleksinya,” imbuhnya.

Kemudian terpilihlah empat orang kandidat terbaik. Rinciannya, Pratiwi berada di urutan pertama, lalu Taufik Akbar dari ITB yang kemudian berstatus astronaut cadangan.

Baca Juga: Dari Meja Negara ke Es Lilin: Jejak Sunyi Jaksa Agung Kasman Singodimedjo

Dua orang lainnya adalah kapten pilot dari Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, MK Yusuf, dan wartawan majalah mingguan Tempo, Bambang Harymurti.

Teliti Hidup Koloni Manusia di Luar Angkasa

Pratiwi pun berstatus sebagai Payload Specialist yang akan melakukan penelitian Indonesian Space Experiment. Penelitiannya lebih kepada eksperimen mendukung kehidupan manusia di luar angkasa.

Pertama, Pratiwi meneliti bentuk sel darah merah pada kondisi tanpa bobot. Kedua, memantau flora mikrobia, dan ketiga meneliti pengembangan awal pertumbuhan sel binatang serta tumbuhan di angkasa.

Baca Juga: Rahasia Greenland, dari Branding Erik The Red Hingga Logika Transaksional Trump

Contohnya, bagaimana toge bisa tumbuh di angkasa dalam kondisi ruangan tanpa bobot. “Jadi supaya bertahan hidup (di ruang angkasa) apa saja yang diperlukan (manusia),” sebutnya.

Pratiwi Sudarmono mencintai dunia akademisi dengan mengajar sebagai dosen di Fakultas Kedokteran UI. (Foto: Ist)

Ibu satu putra ini menambahkan, di kala itu misi utamanya adalah adanya cita-cita membuat koloni di luar angkasa. “Ada suatu tempat di mana kita bisa tinggal, bisa hidup,” imbuhnya.

Terkait latihan bersama NASA, Pratiwi menyampaikan, latihan penuh dilakukan sekitar dua tahun demi mendapatkan sertifikat.

Mengenai materi latihannya bermacam-macam. “Ya latihannya itu ya paralel sih, seluruhnya terdiri dari pengetahuan, teori-teori mengenai kedirgantaraan, orientasi kepada banyak sekali peralatan dan kemudian yang penting adalah mengoperasikan alat-alat penelitian,” tuturnya.

Baca Juga: Sepak Terjang Pasukan Delta Force: Berawal dari Jimmy Carter Iri dengan Kemampuan SAS Inggris, Hancur Lebur pada Misi Pertama di Iran

Dari semua itu, Pratiwi mengungkapkan baha latihan yang tersulitnya adalah bagaimana melangsungkan penelitian-penelitian, karena sarana-prasarananya kecil-kecil. Sementara badan melayang-layang sehingga menjadi tantangan tersendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jimmy Radjah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X