• Sabtu, 18 April 2026

Ironi Calon Astronaut Indonesia Pratiwi Sudarmono: Dijegal Pesawat Challenger Meledak, Ditarik Pulang Habibie Setelah Latihan Belasan Tahun di NASA!

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Rabu, 15 April 2026 | 14:15 WIB
Astronot Indonesia, Pratiwi Sudarmono, mengenakan seragam NASA dan membawa miniatur pesawat ulang-alik Challenger saat masih menjalani pelatihan di Florida, AS.  (Foto: NASA)
Astronot Indonesia, Pratiwi Sudarmono, mengenakan seragam NASA dan membawa miniatur pesawat ulang-alik Challenger saat masih menjalani pelatihan di Florida, AS. (Foto: NASA)

Merujuk keterangan Colin Burgess dalam buku Shattered Dreams: The Lost and Canceled Space Missions, payload specialist terpilih dari Indonesia bakal terbang dengan pesawat ulang-alik Columbia untuk misi STS-61H.

Pesawat ulang-alik ini dijadwalkan takeoff pada Juni 1986.

Setelah pertemuan itu, pada 1 November 1985, Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi saat itu menunjuk anggota komite pengarah.

Baca Juga: Serahkan Semua Tabungan untuk Perjuangan RI, Muhammad Ali Taher Bikin Indonesia ‘Berutang’ Kemerdekaan bagi Palestina

Mereka bertugas menentukan dan mengawasi kriteria seleksi untuk memilih para calo yang paling sesuai untuk peran yang diminta NASA.

Sebulan kemudian, Pemerintah Indonesia secara resmi menerima tawaran AS untuk mengirimkan seorang astronautnya bergabung dalam misi pesawat ulang-alik demi membantu peluncuran satelit .

Seleksi Kandidat Astronaut Pertama Indonesia

Lalu, Komite Pengarah mulai melakukan seleksi terhadap calon astronaut pertama yang terlibat dalam misi misi NASA STS-61H.

Astronot Pratiwi Sudarmono bersama Taufik Akbar dari ITB, astronot cadangan, serius mempelajari pesawat luar angkasa NASA, Challenger. (Foto: NASA)

Menurut Pratiwi Pujilestari Sudarmono, antariksawan Indonesia nantinya sekaligus akan menjadi saksi langsung peluncuran satelit Palapa B-3 di luar angkasa yang rencananya dibawa oleh pesawat ulang-alik Challenger.

Baca Juga: Pemberontakan Heroik PETA di Hari Valentine, Sebuah Jejak Sunyi Soeprijadi Menuju Misteri Abadi

Pemerintah pada waktu itu merasa ini kesempatan langka. Untuk itu, dicarilah seseorang yang bukan hanya joyriding lalu membuat laporan, tapi juga bisa melakukan penelitian.

Pemerintahan Orde Baru kemudian mengirimkan undangan kepada sekitar 50 universitas yang tersebar dari Sabang sampai Merauke untuk melakukan Indonesian Space Experiment.

“Nah di situlah saya diundang untuk mempresentasikan rencana penelitian, namanya Indonesian Space Experiment (Inspex),” kata dosen Fakultas Kedokteran UI bergelar profesor tersebut, mengutip kanal YouTube SINDOnews di Jakarta, Minggu 12 April 2026.

Dari presentasi yang terkumpul, terpilihlah sekitar 20-an rencana penelitian untuk kemudian tes diuji di NASA. Pengujian lebih kepada apakah memungkinkan dilakukan di pesawat ulang alik.

Baca Juga: Sekelumit Awal Perjalanan Jeffrey Epstein: Guru yang Pacari Putri Bos, Bohong Soal Ijazah S1, Hingga Tipu Investor

Di antaranya adalah penelitian dengan jasa terunik. “Itu mungkin barang-barangnya tidak terlalu banyak ya. Tidak memerlukan misalnya ada penelitian memotret Matahari dia memerlukan suatu lensa yang sangat besar gitu ya, tidak bisa dimasukkan ke dalam pesawat ulang alik,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jimmy Radjah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X