Sebagai importir minyak terbesar di dunia, Tiongkok sangat bergantung pada pasokan dari Teluk.
Hampir 50% kebutuhan minyaknya melewati Selat Hormuz.
Jika jalur ini terputus, sektor manufaktur Tiongkok bisa lumpuh, memicu PHK massal, dan mengguncang rantai pasok global.
Baca Juga: Impor Kain Indonesia Turun Jadi Rp15,3 Triliun, Ini Penyebabnya
2. Jepang & Korea Selatan: Ekonomi Canggih, Cadangan Terbatas
Kedua negara ini mengimpor mayoritas kebutuhan energi mereka dari Timur Tengah.
Tanpa suplai melalui Hormuz, sektor transportasi, industri otomotif, dan elektronik akan terkena dampak langsung.
Meski memiliki cadangan energi, stok itu tak akan cukup lama jika blokade berlangsung.
3. India: Pertumbuhan Ekonomi Dihantam
India sedang tumbuh pesat dan sangat bergantung pada energi impor, sekitar 60% di antaranya melewati Hormuz.
Gangguan pasokan bisa memperlambat laju pembangunan, memicu inflasi, dan memperlebar jurang kemiskinan.
Bagaimana dengan Indonesia?
Baca Juga: Tempat Wisata Anak dengan Aktivitas Seru: Pilihan Liburan yang Edukatif dan Menghibur
Meski tak masuk dalam daftar utama negara yang langsung terdampak, Indonesia tak bisa tenang.
Sebagai net importer minyak, lonjakan harga minyak global akan berdampak besar terhadap harga BBM di dalam negeri.