KONTEKS.CO.ID - Di balik derasnya perekrutan tenaga kerja oleh BYD dan VinFast ternyata ada tantangan besar terkait kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal untuk mengisi posisi strategis.
Meski separuh tenaga kerja berasal dari Jawa Barat, banyak posisi teknis dan strategis masih diisi pekerja dari luar daerah.
Mereka terutama yang memiliki keahlian khusus dan kemampuan bahasa asing seperti Mandarin.
Baca Juga: Pabrik BYD VinFast Serap Ribuan Pekerja, Warga Jabar Mulai Kebagian Kue Industri Kendaraan Listrik
“Mulai tahun ini, kebutuhan tenaga kerja teknis cukup tinggi,” kata Rona Mairansyah, Kepala Disnaker Pemkab Subang, baru-baru ini.
“Kami berharap posisi ini ke depan bisa diisi oleh tenaga lokal melalui peningkatan pelatihan dan kompetensi.”
Kebutuhan tersebut sejalan dengan ekspansi besar industri EV di Subang.
Baca Juga: Pramono Anung Copot Lurah Kalisari Soal Aduan Aplikasi JAKI Dibalas Foto AI
Pabrik BYD yang dibangun dengan investasi sekitar Rp11,2 triliun ditargetkan mampu memproduksi hingga 150 ribu unit kendaraan listrik per tahun.
Tempat industri itu disebut mampu menyerap lebih dari 18 ribu tenaga kerja.
Lokasinya yang dekat dengan Pelabuhan Patimban menjadi nilai tambah untuk mendukung ekspor global.
Baca Juga: Ngaku Dilecehkan Saat Usia 19 Tahun, Mahasiswi UBL Laporkan Dosen ke Polisi
Di sisi lain, VinFast telah lebih dulu meresmikan pabriknya pada Desember 2025 dengan kapasitas awal 50 ribu unit per tahun.
Fasilitas ini ditargetkan beroperasi penuh pada 2026 dan menyerap ribuan tenaga kerja tambahan.
Artikel Terkait
Rudal Iran Hantam Pabrik Bahan Kimia Israel, Risiko Paparan Zat Berbahaya Hantui Warga
Pabrik Plastik di Bogor Terbakar Hebat, 7 Jam Petugas Damkar Berjibaku Baru Bisa Padamkan Api
Prabowo Bakal Resmikan Pabrik Mobil Listrik Berkapasitas 3 Ribu Unit di Magelang Hari Ini
Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik Magelang! Puji Anindya Bakrie Visioner, Cari Aburizal Bakrie: Kok Nggak ke Sini?
Pabrik BYD VinFast Serap Ribuan Pekerja, Warga Jabar Mulai Kebagian Kue Industri Kendaraan Listrik