KONTEKS.CO.ID – Meski menghadapi gangguan pasokan gas dan tekanan biaya energi, pemerintah tetap menaruh optimisme pada kinerja industri keramik nasional.
Data Kementerian Perindustrian menunjukkan kapasitas terpasang industri keramik Indonesia telah mencapai 650 juta meter persegi per tahun.
Itu dengan proyeksi tingkat utilisasi sebesar 73 persen pada 2025.
Baca Juga: Krisis Timur Tengah, Produsen Keramik Desak Pemerintah Terapkan Kewajiban Pasar Domestik
Sektor ini juga menyerap sekitar 150 ribu tenaga kerja.
Kontribusi industri pengolahan nonmigas pun masih dominan.
Pada periode kuartal I hingga III tahun 2025, sektor ini tumbuh 5,17 persen dan menyumbang 17,27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca Juga: Bangladesh Krisis BBM: SPBU Terancam Tutup, Antrean Kendaraan Mengular Panjang
Dari sisi perdagangan, industri pengolahan nonmigas menyumbang 80,27 persen terhadap total ekspor nasional dan mempekerjakan lebih dari 20 juta tenaga kerja.
Di tengah tantangan pasokan gas domestik, nilai ekspor gas alam Indonesia pada 2025 tercatat mencapai USD7,35 miliar, menurut Badan Pusat Statistik (BPS).
Pemerintah tetap optimistis Indonesia mampu menembus jajaran empat besar produsen keramik dunia, asalkan pasokan energi industri dapat dijaga.***
Artikel Terkait
Cara Efektif Membersihkan Kerak pada Keramik agar Tetap Berkilau
Kemendag Sita Jutaan Keramik Impor Tak Berstandar Asal China
Mau Renovasi Rumah? Keramik Impor Kini Lebih Mahal dari Lokal, Simak Alasannya
Temuan Keramik China Abad 10 di Gunung Tangkil Ungkap Jalur Perdagangan