• Sabtu, 18 April 2026

Ekspor Dominan, Toyota Indonesia Waspada Lonjakan Biaya Logistik akibat Ketegangan Geopolitik

Photo Author
Ari DP, Konteks.co.id
- Senin, 12 Januari 2026 | 12:27 WIB
Toyota Avanza Juli 2025: MPV Keluarga dengan Fitur Lengkap dan Harga Terjangkau (Pixabay/bobyheart)
Toyota Avanza Juli 2025: MPV Keluarga dengan Fitur Lengkap dan Harga Terjangkau (Pixabay/bobyheart)

KONTEKS.CO.ID – Di tengah gejolak geopolitik global, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatatkan kinerja produksi yang relatif stabil sepanjang 2025, dengan tetap mengandalkan ekspor sebagai tulang punggung utama.

Sepanjang tahun lalu, TMMIN memproduksi sekitar 263 ribu unit kendaraan.

Dari jumlah tersebut, sekitar 67 persen dialokasikan untuk pasar ekspor, sementara sisanya diserap pasar domestik.

Baca Juga: Toyota Indonesia Cari Kepastian Ekspor ke Amerika Latin di Tengah Gejolak Perdagangan Global

Produksi tersebut dijalankan melalui lima fasilitas pabrik, dengan aktivitas utama terpusat di Plant 1 dan Plant 2.

Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam, mengatakan meskipun pertumbuhan produksi hanya naik sekitar 1,1 persen atau sekitar 3.000 unit dibanding tahun sebelumnya, tingkat utilisasi pabrik tetap tinggi.

“Utilisasi produksi kami masih berada di kisaran 93 persen. Ini menunjukkan efisiensi tetap terjaga meskipun pertumbuhan terbatas,” ujar Bob.

Baca Juga: Materi Komedi Mens Rea Pandji Dilaporkan ke Polisi, Indro Warkop: Mau Dibilang Bangsa Primitif?

Toyota juga mempertahankan posisinya sebagai eksportir otomotif terbesar Indonesia.

Pada 2025, Toyota menyumbang sekitar 57,7 persen dari total ekspor kendaraan nasional.

Kendaraan elektrifikasi berkontribusi sekitar 8 persen dari total ekspor Toyota, seiring meningkatnya permintaan global terhadap kendaraan rendah emisi.

Baca Juga: Banjir dan Macet Total di Jakarta, Ini Update Layanan Transjakarta dan JakLingko yang Terganggu

Namun, Bob menyoroti risiko terbesar yang saat ini dihadapi industri otomotif global, yaitu gangguan rantai pasok dan lonjakan biaya logistik akibat konflik geopolitik.

“Ketika tensi geopolitik meningkat, dampak pertama yang terasa biasanya adalah biaya logistik yang melonjak,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ari DP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X