• Sabtu, 18 April 2026

Indonesia di Ambang Banjir Barang Murah China, Industri Lokal Siap-Siap Tersapu?

Photo Author
Rat Nugra, Konteks.co.id
- Kamis, 31 Juli 2025 | 14:39 WIB
Gelombang baru barang murah China siap masuk ke Indonesia. (Freepik)
Gelombang baru barang murah China siap masuk ke Indonesia. (Freepik)

Kalau tren ini berlanjut, Indonesia bukan cuma akan kehilangan pasar domestik untuk produk lokal, tapi juga bisa menghadapi gelombang pengangguran karena pabrik lokal terpaksa tutup.

Baca Juga: Sam Altman: Teknologi AI Sudah Ngeri Banget, Bisa Kloning Suara dan Sidik Jari!

"Industri kecil dan menengah paling rentan kalau arus barang impor tidak dikendalikan.

Ini bukan cuma soal perdagangan, tapi soal keberlangsungan ekonomi nasional," ujar analis ekonomi dari BCA yang dilansir pada Kamis, 31 Juli 2025.

Data Ungkap Indonesia Jadi Target Dumping China

April-Mei 2025, impor Indonesia dari China melonjak drastis, dipimpin oleh produk elektronik (naik 23,8%), mesin-boiler (15,9%), base metal (19,6%), kendaraan bermotor (43,8%), dan bahan kimia (20,1%).

Ini sejalan dengan tingginya inventory di pabrik China. Elektronik dan mesin listrik naik 7,8% secara tahunan. Artinya, China sedang menumpuk stok dan agresif cari pasar luar.

Baca Juga: Prabowo Sidak Malam-Malam! Ada Apa dengan 212 Merek Beras Nakal?

"Tekanan oversupply di China benar-benar nyata, dan kita yang jadi target pelampiasan," kata seorang pengamat industri manufaktur.

Sektor Tekstil dan Furnitur Harus Waspada, Minuman Mendadak Ngetren

Stok tekstil di China turun 1,3%, tapi justru impor tekstil ke Indonesia naik 25,2%.

Permintaan domestik tinggi, atau mungkin importir buru-buru amankan stok.

Sementara itu, impor furnitur naik 4,3% meski persediaan di China menurun. Bisa jadi karena gaya hidup berubah pasca pandemi.

Yang mencolok, impor minuman dari China naik 64% meskipun nilainya masih kecil (US\$0,5 juta). Produk ini sedang ngetren di pasar lokal.

Baca Juga: Bos MDI Ventures Ditangkap, Amvesindo Angkat Suara: Kami Dukung Proses Hukum

Perlu Antisipasi, Bukan Sekadar Observasi

Data menunjukkan bahwa arus barang murah China ke Indonesia bukan fenomena sementara. Ini bagian dari strategi ekspor agresif China untuk atasi krisis oversupply.

Pemerintah harus cepat tanggap. Jika tidak, Indonesia bisa jadi "tempat pembuangan barang murah" dan industri dalam negeri akan jadi korban utamanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rat Nugra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X