KONTEKS.CO.ID - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membuka peluang kerja sama strategis dengan lembaga pengelola dana abadi milik Pemerintah Australia, Future Fund.
Inisiatif ini merupakan bagian dari langkah Danantara untuk mengembangkan portofolio aset milik BUMN Indonesia dan meningkatkan posisi sebagai pemain investasi global.
Potensi kerja sama ini menjadi salah satu bahasan penting dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, belum lama ini.
Baca Juga: 17 Anak Muda Indonesia Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2025, Siapa Saja?
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas penguatan kerja sama ekonomi, termasuk pembukaan jalur kemitraan antara Danantara dan Future Fund.
Dana Abadi Australia Kelola Rp3.223 Triliun
Future Fund merupakan sovereign wealth fund (SWF) milik Pemerintah Australia yang mengelola dana lebih dari Rp3.223 triliun per Maret 2025.
Bagi Danantara, kolaborasi ini membuka peluang tidak hanya untuk mendapatkan dukungan finansial, tetapi juga akses terhadap jaringan investasi dan praktik terbaik dalam tata kelola aset global.
“Danantara membuka peluang kolaborasi dengan Future Fund Australia, yang dapat membantu memperkuat posisi kami dalam lanskap investasi internasional,” tulis akun resmi @danantara.indonesia, Senin (19/5/2025).
Baca Juga: Ragnar Oratmangoen Ungkap Alasan Tidak Dipanggil ke Timnas Indonesia, Semua Demi Masa Depan
Langkah Menuju Forum Investasi Dunia
Selain rencana kemitraan, Australia juga mendukung upaya Danantara untuk bergabung dengan International Forum of Sovereign Wealth Funds (IFSWF), forum global beranggotakan lembaga pengelola dana negara dari berbagai belahan dunia.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyambut positif peluang tersebut dan menyatakan bahwa keanggotaan dalam forum tersebut akan menjadi pengakuan penting bagi kredibilitas Danantara di kancah global.
“IFSWF bisa menjadi pintu bagi kemitraan strategis, termasuk dengan Future Fund. Ini bagian dari komitmen kami untuk jadi mitra investasi global yang tepercaya,” ujar Rosan.
Baca Juga: Muhadjir Effendy Jadi Komisaris Utama BSI, Begini Rincian Gaji dan Kekayaannya
Danantara yang didirikan sebagai sovereign wealth fund milik Indonesia memiliki mandat untuk mengelola dan mengembangkan aset negara agar memberikan nilai tambah jangka panjang.
Artikel Terkait
844 Perusahaan BUMN Kini Dikangkangi Danantara, Rosan Mau Apa?
Prabowo Yakin Danantara Bakal Kelola Aset hingga USD1 Triliun, Singgung Soal Praktik Tak Benar
Sederet Kasus Hukum dan Kontroversi yang Seret Pengurus Danantara, Mulai Rosan Roeslani hingga Dewan PengawasÂ
Alasan Rosan Soal Keinginan Danantara agar RUPS BUMN Ditunda
OJK Sambut Usulan Bitcoin Jadi Cadangan Strategis Danantara, Tapi Ingatkan Bahaya Jika Gegabah!