KONTEKS.CO.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah perbatasan Myanmar dan Thailand, Jumat 28 Maret 2025. Getaran kuat ini memicu kepanikan di beberapa kota besar, termasuk Bangkok dan Mandalay.
Di media sosial X, beredar rekaman dramatis runtuhnya gedung pencakar langit yang tengah dibangun di Bangkok akibat guncangan tersebut.
Otoritas Thailand saat ini masih melakukan pendataan terkait dampak kerusakan dan potensi korban jiwa.
Baca Juga: iPhone 16 Resmi Hadir di Indonesia! Cek Harga dan Spesifikasinya
Akibat gempa ini, Bursa Efek Thailand (SET) menghentikan seluruh aktivitas perdagangan untuk sesi sore. Dalam pengumuman resmi, operator bursa menyatakan bahwa langkah ini diambil guna mencegah volatilitas pasar akibat bencana alam yang terjadi secara tiba-tiba.
"Menyusul kejadian gempa bumi, Bursa Efek Thailand dengan ini mengumumkan penghentian sementara seluruh aktivitas perdagangan," tulis SET di situs resminya.
Suspensi ini mencakup seluruh pasar keuangan utama, seperti SET, Market for Alternative Investment (MAI), dan Thailand Futures Exchange (TFEX). Sebelum disuspensi, indeks SET sempat anjlok 1,05% ke level terendah dalam lebih dari satu minggu, yaitu 1.175,45 poin.
Baca Juga: Edward Coristine, Sosok Kepercayaan Elon Musk, Diduga Bantu Kelompok Peretas
Myanmar Masih Melakukan Penyelidikan
Sementara itu, pihak berwenang Myanmar hingga saat ini belum memberikan laporan resmi terkait dampak gempa.
Departemen Pemadam Kebakaran Myanmar menyatakan bahwa mereka tengah melakukan pencarian dan pendataan di ibu kota Yangon serta wilayah terdampak lainnya.
"Kami telah memulai pencarian dan berkeliling Yangon untuk memeriksa korban dan kerusakan. Sejauh ini, kami belum mendapatkan informasi apa pun," ujar seorang petugas kepada Reuters.
Baca Juga: Gedung Roboh Diguncang Gempa Myanmar, PM Thailand: Bangkok Zona Darurat
Dari kota Mandalay, beredar laporan bahwa beberapa bangunan bersejarah mengalami kerusakan parah.
Unggahan di media sosial menunjukkan puing-puing berserakan di jalan-jalan, namun Reuters belum dapat memverifikasi keaslian gambar-gambar tersebut.
Artikel Terkait
Gempa Hari ini di Pangandaran, Magnitudo 4,9, Warga Sempat Panik
Laba Melesat hingga USD11,4 Juta, Saham BOAT Melonjak 16,84 Persen
Dampak Tarif Trump: Saham Otomotif Rontok, Ribuan Pekerja Terancam PHK
Gempa Magnitudo 7,7 di Myanmar, Guncangannya sampai ke Bangladesh dan Thailand
Gedung Roboh Diguncang Gempa Myanmar, PM Thailand: Bangkok Zona Darurat