PBB menilai situasi ini tidak akan berubah tanpa dukungan internasional yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, mereka mendesak komunitas global untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Rohingya di Bangladesh.
Krisis Rohingya sendiri berakar dari peristiwa pada 2017, ketika militer Myanmar melancarkan operasi besar-besaran yang memaksa sedikitnya 730 ribu orang melarikan diri ke Bangladesh.
Para pengungsi saat itu melaporkan berbagai kekerasan, mulai pembunuhan, pemerkosaan massal, hingga pembakaran desa.
Baca Juga: China Naik Pitam AS Blokade Pelabuhan Iran: Bahayakan Keselamatan Pelayaran!
Misi pencari fakta PBB menyimpulkan operasi tersebut mengandung unsur genosida.
Namun, Pemerintah Myanmar membantah tuduhan tersebut dan menyatakan laporan PBB tidak objektif.
Hingga kini, tanpa solusi permanen, ribuan pengungsi Rohingya masih mempertaruhkan nyawa di laut, mencari tempat yang lebih aman untuk hidup.***