KONTEKS.CO.ID - Sedikitnya 100 warga sipil dilaporkan tewas setelah serangan udara Angkatan Udara Nigeria yang salah sasaran menghantam pasar di wilayah timur laut negara itu.
Insiden tragis ini terjadi di sebuah desa di negara bagian Yobe, dekat perbatasan Borno, yang selama ini menjadi pusat konflik bersenjata.
Organisasi HAM Amnesty International mengungkapkan korban tewas termasuk anak-anak.
Baca Juga: Tekanan Inflasi Menguat, BI Mengingatkan Kenaikan Harga dalam Tiga Bulan ke Depan
Direktur Amnesty Nigeria, Isa Sanusi, menyatakan pihaknya telah mengumpulkan bukti langsung dari lapangan.
“Kami memiliki foto-foto korban, termasuk anak-anak,” ujarnya kepada media.
“Kami berkomunikasi dengan pihak di lokasi, rumah sakit, serta petugas yang menangani korban.”
Sumber dari RS Geidam menyebutkan setidaknya 23 orang yang terluka masih menjalani perawatan.
Sementara, pemerintah negara bagian Yobe mengonfirmasi adanya serangan militer yang menargetkan basis kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
Namun, mereka mengakui warga sipil yang berada di pasar mingguan Jilli juga turut terdampak.
Baca Juga: Rilis BI: Didorong Ramadan dan Lebaran, Penjualan Ritel Maret 2026 Tetap Tumbuh
Badan Penanggulangan Darurat Yobe membenarkan adanya korban dari kalangan pedagang dan telah mengirim tim tanggap darurat ke lokasi kejadian.
Insiden ini menambah daftar panjang tragedi salah sasaran militer di Nigeria.