KONTEKS.CO.ID - Pemerintah Iran membantah keras laporan yang menyebutkan adanya peluncuran rudal atau drone ke sejumlah negara Teluk setelah gencatan senjata diberlakukan.
Bantahan ini muncul sebagai respons atas berbagai pemberitaan yang menyebut adanya serangan terhadap fasilitas di kawasan tersebut.
Pernyataan resmi disampaikan melalui Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang menegaskan tidak ada aktivitas militer ofensif selama masa gencatan senjata.
Baca Juga: Prabowo Mau Sambangi Rusia di Tengah Memanasnya Konflik Iran-AS, Ada Agenda Besar Apa?
Dalam keterangan yang dikutip dari kantor berita Fars, IRGC memastikan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak melakukan serangan ke negara mana pun sejak kesepakatan gencatan senjata berlaku.
"Angkatan bersenjata Republik Islam Iran belum melakukan peluncuran apa pun ke negara mana pun selama gencatan senjata hingga saat ini," bunyi pernyataan itu.
Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi atas berbagai tuduhan yang beredar di media internasional.
Janji Transparan ke Publik
IRGC juga menanggapi kemungkinan adanya insiden yang dilaporkan dengan menyebut pihak lain sebagai aktor di balik kejadian tersebut.
Mereka menuding Israel atau Amerika Serikat sebagai pihak yang mungkin bertanggung jawab jika laporan itu benar.
Selain itu, IRGC menegaskan bahwa setiap aksi militer yang dilakukan oleh Iran akan diumumkan secara terbuka kepada publik.
"Setiap tindakan yang tidak termasuk dalam pernyataan resmi Republik Islam Iran tidak ada hubungannya dengan kami," tambahnya.
Iran menegaskan komitmennya terhadap transparansi dalam setiap operasi militer. Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada tindakan tersembunyi, dan semua langkah akan disampaikan melalui jalur resmi.
Hal ini disampaikan untuk menepis spekulasi sekaligus menjaga kredibilitas Iran di tengah situasi yang masih sensitif.
Latar Belakang Gencatan Senjata
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat sepakat menjalankan gencatan senjata selama dua pekan. Kesepakatan ini dimediasi oleh Pakistan sebagai upaya meredakan konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari.
Baca Juga: Sempat Dikabarkan Tak Sadarkan Diri, Mojtaba Khamenei Akhirnya Muncul ke Publik, Klaim Iran Menang Perang atas AS-Israel
Konflik tersebut melibatkan serangan yang dikaitkan dengan Israel (Tel Aviv), dan telah menimbulkan ribuan korban jiwa serta luka-luka.
Meski Pakistan dan Iran menyebut bahwa kesepakatan gencatan senjata juga mencakup wilayah Lebanon, pihak Amerika Serikat dan Israel justru membantah klaim tersebut.
Perbedaan pandangan ini menambah kompleksitas situasi di kawasan, sekaligus menunjukkan bahwa stabilitas masih rentan meski gencatan senjata telah disepakati.***