KONTEKS.CO.ID - Kabar duka datang dari Iran. Diplomat senior yang juga mantan Menteri Luar Negeri Iran, Kamal Kharazi, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka serius akibat serangan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel pada awal April 2026.
Diplomat senior Iran itu mengembuskan napas terakhir pada usia 81 tahun setelah beberapa hari menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya.
Informasi tersebut disampaikan oleh sejumlah media Iran yang menyebutkan bahwa Kharazi menjadi korban serangan yang terjadi pada 1 April 2026 lalu.
Baca Juga: Biadab! Sudah Langgar Gencatan Senjata Iran-AS, Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza
"Diplomat veteran itu, yang terluka dalam serangan teroris yang dilakukan oleh musuh Amerika-Zionis beberapa hari lalu, meninggal sebagai martir malam ini," demikian laporan kantor berita Mehr dan Isna di Telegram, dikutip pada Jumat, 10 April 2026.
Istri Turut Jadi Korban
Tragedi ini tidak hanya merenggut nyawa Kharazi. Sang istri juga dilaporkan meninggal dunia dalam serangan yang menghantam kediaman mereka di Teheran.
Peristiwa tersebut menambah duka dan menjadi simbol eskalasi konflik yang semakin memanas di kawasan.
Kiprah Panjang di Dunia Diplomasi
Semasa hidupnya, Kamal Kharazi dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam diplomasi Iran.
Ia pernah menjabat sebagai duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, sebelum dipercaya menjadi Menteri Luar Negeri pada periode 1997 hingga 2005.
Jabatan itu diembannya pada masa pemerintahan Presiden Mohammad Khatami. Selain itu, di masa akhir kariernya, ia menjabat sebagai kepala Dewan Strategis untuk Hubungan Internasional, lembaga yang berada di bawah kementerian luar negeri Iran.
Bagian dari Rentetan Serangan
Kematian Kharazi terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Sejak akhir Februari 2026, puluhan tokoh penting Iran dilaporkan menjadi target serangan.
Baca Juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Imbas Israel Serang Lebanon, Jenderal IRGC Tebar Ancaman Keras
Di antaranya termasuk pemimpin spiritual Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat militer dan politik lainnya.
Rangkaian kejadian ini menandai eskalasi konflik yang terus berkembang dan memicu kekhawatiran internasional.
Iran mengecam keras insiden yang menewaskan Kharazi dan istrinya dengan menyebutnya sebagai bentuk agresi teroris.
Perkembangan ini tentunya berpotensi memperluas konflik, terutama jika respons balasan kembali terjadi dalam waktu dekat.***