KONTEKS.CO.ID - Iran mengancam akan membatalkan gencatan senjata dengan menyerang Israel dan Amerika Serikat (AS).
Tak hanya itu, Iran juga mengancam akan menutup kembali Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi menegaskan, penghentian perang di Lebanon merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan AS.
Baca Juga: Masih Terus Serang Lebanon di Tengah Gencatan Senjata, Iran Sebut Israel 'Anjing Gila' AS
Israel bergeming, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump mengatakan, gencatan senjata tersebut tidak mencakup Lebanon.
"Dunia melihat pembantaian di Lebanon. Bola ada di tangan AS dan dunia sedang mengawasi apakah mereka akan bertindak sesuai komitmennya," tegas Araghchi di akun media sosial X, mengutip Kamis, 9 April 2026.
Sebelumnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menggempur Lebanon secara brutal pada Rabu 8 April 2026 yang menewaskan ratusan orang dalam waktu hanya beberapa jam.
Israel berdalih, serangan ke Lebanon untuk menghancurkan kelompok Hizbullah. Namun, serangan menyasar area komersial dan perumahan di Ibu Kota Beirut.
Baca Juga: Pertamina Tambah 779 Ribu Tabung LPG 3 Kilogram untuk Mengatasi Kelangkaan di Tuban
Bahkan, serangan dilakukan Israel tanpa peringatan sebelumnya. Imbasnya, 182 orang tewas serta lebih dari 700 lainnya luka yang menjadi serangan paling mematikan dalam perang Israel-Hizbullah terbaru.
Sementara, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan, tiga poin dari 10 tuntutan Iran yang dilanggar AS yakni, gencatan senjata di Lebanon, pelanggaran wilayah udara Iran dengan pesawat tak berawak.
Terakhir, menyangkal hak Iran untuk melanjutkan pengayaan uranium.
Baca Juga: Dorong Transportasi Hijau, VinFast Gratiskan Pengisian Daya hingga 2029
"Seperti yang telah dinyatakan dengan jelas oleh Presiden Amerika Serikat dalam pidatonya, Proposal 10 poin Republik Islam Iran adalah 'dasar yang bisa diterapkan untuk bernegosiasi' dan kerangka kerja utama untuk pembicaraan ini," ujarnya di akun media sosial resmi, mengutip Kamis, 9 April 2026.