KONTEKS.CO.ID - Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV, menyerukan penghentian konflik global saat memimpin Misa Paskah di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu, 5 April 2026.
Dalam pesannya, ia mengajak para pemimpin dunia untuk meninggalkan ambisi kekuasaan dan memilih jalan damai.
Di hadapan ribuan umat yang memadati Lapangan Santo Petrus, Paus Leo menyoroti meningkatnya konflik di berbagai belahan dunia.
Ia menilai masyarakat global mulai terbiasa dengan kekerasan hingga kehilangan kepekaan.
Baca Juga: Refleksi Paskah Kardinal Suharyo, Soroti Kemunduran Bangsa dan Bahaya KKN
“Biarlah mereka yang memiliki senjata meletakkannya!” seru Paus, melansir Reuters.
“Biarlah mereka yang memiliki kekuatan untuk melancarkan perang memilih perdamaian!” imbuhnya.
Pesan tersebut disampaikan dalam tradisi berkat Paskah 'Urbi et Orbi', yang berarti 'untuk kota dan dunia'.
Meski tidak menyebut konflik tertentu secara spesifik, seruan tersebut dinilai sebagai respons terhadap situasi global yang memanas, termasuk ketegangan perang di Iran.
Kritik terhadap Normalisasi Kekerasan
Paus Leo juga mengungkap keprihatinannya atas kondisi dunia yang dinilai mulai menerima kekerasan sebagai hal biasa.
Ia menegaskan bahwa sikap pasif terhadap konflik hanya akan memperburuk keadaan.
Menurutnya, umat manusia tidak boleh menyerah pada keadaan dan harus terus memperjuangkan perdamaian secara aktif.
Pesan Paskah: Teladan Tanpa Kekerasan
Dalam refleksi Paskah, Paus mengingatkan kembali makna kebangkitan Yesus Kristus yang dalam ajaran Alkitab tidak melawan kekerasan saat menghadapi penyaliban.
Ia menyebut bahwa kisah tersebut menjadi simbol kuat bahwa jalan damai dan tanpa kekerasan tetap relevan di tengah konflik modern.
“Pada hari perayaan ini, marilah kita meninggalkan setiap keinginan untuk konflik, dominasi, dan kekuasaan, dan memohon kepada Tuhan untuk menganugerahkan kedamaian-Nya kepada dunia yang dilanda perang,” ujarnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, Paus Leo dikenal semakin vokal mengkritik perang, termasuk konflik Iran.
Baca Juga: Krisis Timur Tengah, Paus Leo: Hentikan Lingkaran Kekerasan Sebelum Jadi Jurang Tragedi
Ia bahkan sempat menyampaikan permohonan langsung kepada Donald Trump agar mencari solusi damai untuk mengakhiri konflik tersebut.
Pada misa malam Paskah sebelumnya, ia juga mengingatkan agar masyarakat dunia tidak menjadi mati rasa terhadap penderitaan akibat perang.
Doa dan Harapan Perdamaian
Selain menyampaikan pesan utama, Paus Leo juga memberikan ucapan selamat Paskah dalam berbagai bahasa, termasuk Latin, Arab, dan Mandarin, kepada umat di seluruh dunia.
Ia menutup rangkaian perayaan dengan mengumumkan rencana doa bersama untuk perdamaian global yang akan digelar pada 11 April mendatang di Basilika Santo Petrus.***