dunia

Dorong Kemandirian Global, Macron Serukan Dunia Tak Bergantung pada Amerika Serikat

Minggu, 5 April 2026 | 14:38 WIB
Presiden Prancis, Emmanuel Macron serukan dunia tidak melulu bergantung pada Amerika Serikat (Foto: Anadolu)

KONTEKS.CO.ID - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyerukan perlunya membangun tatanan dunia baru di tengah kondisi global yang dinilainya semakin tidak stabil.

Dalam pidatonya di Universitas Yonsei saat kunjungan ke Republik Korea, Jumat, 3 April 2026, Macron menilai sistem internasional yang selama ini menjadi dasar stabilitas dunia kini mulai goyah.

Macron menilai dunia saat ini tengah mengalami perubahan besar yang membuat berbagai kepastian lama menjadi tidak lagi relevan.

Baca Juga: Prabowo dan Macron Sambangi Jepang Akhir Maret, Bertemu PM dan Kaisar

“Selama beberapa dekade kita memiliki apa yang disebut stabilitas berdasarkan tatanan internasional ini dan beberapa kepastian yang kita miliki, sekarang semuanya naik turun. Kita tidak boleh hanya pasif dalam kekacauan baru ini. Kita harus membangun tatanan baru,” tegas Macron, melansir Anadolu.

Ia menekankan bahwa negara-negara tidak boleh hanya diam menghadapi perubahan global yang semakin kompleks.

Dorong Koalisi Negara yang Sejalan

Macron mengusulkan terbentuknya kerja sama antarnegara yang memiliki kesamaan visi dalam menjaga kedaulatan dan kebebasan.

Menurutnya, dunia tidak seharusnya hanya menjadi arena persaingan dua kekuatan besar.

“Saya pikir tujuan kita bukanlah menjadi wadah bagi dua kekuatan hegemonik,” katanya, merujuk pada China dan Amerika Serikat.

Ia juga mengingatkan agar negara-negara tidak terlalu bergantung pada dominasi salah satu pihak.

Kritik Fragmentasi Kerja Sama Global

Macron menyoroti melemahnya kerja sama internasional dalam beberapa tahun terakhir, terutama di bidang penelitian dan sains.

“Apa yang kita alami selama beberapa tahun terakhir adalah semacam fragmentasi kerja sama ini. Beberapa negara mulai memblokir beberapa kerja sama,” tuturnya.

Ia menilai pengurangan pendanaan di sektor penting sebagai langkah yang bertentangan dengan semangat kolaborasi global.

“Jadi kita harus berhenti bersaing untuk sementara waktu, dan kita harus mengatakan bagaimana membangun kompromi yang tepat dan bekerja sama,” kata Macron.

Tegaskan Komitmen pada Hukum Internasional

Macron menegaskan bahwa Eropa tetap berpegang pada prinsip hukum internasional, perdagangan yang adil, dan aturan global.

"Kami menghormati supremasi hukum, kami menghormati hukum internasional, kami tidak mendukung tarif perdagangan, dan kami selalu menghormati aturan main," katanya.

Ia juga menolak pendekatan 'hukum yang terkuat' dalam hubungan internasional.

"Kami bukan yang terkuat, tetapi kami percaya bahwa siapapun yang terkuat melakukan kesalahan besar pada hari mereka menerapkan hukum yang terkuat dan meninggalkan kerangka kerja bersama," ujar dia.

Baca Juga: Jamuan Pribadi di Istana Elysee, Panggung Diplomasi Hangat Prabowo-Macron

Peringatan Tekanan dari Dua Kekuatan Besar

Macron memperingatkan adanya tekanan dari dua arah, yakni China dan Amerika Serikat.

Ia menyebut China berupaya memperkuat kontrol melalui subsidi, kapasitas produksi berlebih, dan penguasaan sumber daya strategis.

Sementara itu, Amerika Serikat dinilai menggunakan tarif dan kebijakan luar negeri untuk mengatasi ketidakseimbangan ekonomi.

Menurut Macron, prinsip hukum internasional, perdagangan bebas yang adil, dan aturan Organisasi Perdagangan Dunia harus menjadi fondasi kerja sama global ke depan.***

Tags

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB