KONTEKS.CO.ID – Lebih dari 40 negara membentuk koalisi internasional untuk memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali bebas dan aman.
Koalisi itu ingin memastikan Selat Hormuz bebas dan aman setelah konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran mereda.
Koalisi itu dibentuk dalam pertemuan virtual yang dipimpin Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, pada Kamis waktu setempat.
Komposisi anggotanya mencerminkan dampak global atas lumpuhnya jalur energi dunia akibat penutupan hampir total selat tersebut.
Cooper menegaskan, apa yang dilakukan Iran telah mengguncang stabilitas ekonomi internasional.
“Kita melihat Iran membajak jalur pelayaran internasional dan menyandera perekonomian global,” ujarnya.
Ia mengingatkan gangguan suplai gas, bahan bakar jet, dan pupuk dapat meluas menjadi krisis biaya hidup.
Koalisi ini akan menggerakkan tekanan diplomatik dan ekonomi, termasuk opsi sanksi baru terhadap rezim Iran.
Selain itu, para perencana militer akan menyiapkan opsi dukungan pertahanan seperti operasi penyapuan ranjau dan pengawalan kapal ketika konflik mereda.
Belanda, Italia, dan Uni Emirat Arab mendesak adanya “koridor kemanusiaan” bagi pengiriman pupuk agar krisis pangan global tidak terpicu.
Perwakilan Uni Eropa, Kaja Kallas, menyebut langkah ini mendesak.