dunia

Trump Spill Rencana Keluar dari Iran! Militer AS Bakal Cabut dalam 2-3 Pekan: Misi Cegah Nuklir Clear!

Rabu, 1 April 2026 | 10:05 WIB
Donald Trump sebut pasukan AS segera tinggalkan Iran, klaim kekuatan militer Teheran lumpuh. (Instagram @reladonaldtrump)

 

KONTEKS.CO.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi memberikan pernyataan mengejutkan terkait tensi panas di Timur Tengah.

Trump menyatakan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan segera menyudahi operasi serangan dan meninggalkan wilayah Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Trump di Gedung Putih pada Selasa 31 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa Washington tidak lagi memerlukan kesepakatan diplomatik formal dengan Teheran untuk mengakhiri konfrontasi bersenjata ini.

Baca Juga: Per 1 April 2026, Beli Pertalite dan Solar Maksimal 50 Liter per Hari, Cek Daftar Harga BBM Terbaru di Sini

Klaim Militer Iran Butuh 20 Tahun untuk Pulih

Menurut Trump, tujuan utama intervensi militer AS, yaitu mencegah Iran memiliki senjata nuklir, sudah sepenuhnya tercapai.

Ia mengeklaim serangan udara intensif yang dilancarkan sejak Februari lalu telah melumpuhkan infrastruktur pertahanan lawan hingga ke titik nadir.

"Kami akan pergi segera. Dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga. Iran tidak harus membuat kesepakatan dengan saya. Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir, dan tujuan itu telah tercapai," tegas Trump di hadapan media.

Baca Juga: Richie Duta Richardo Tembus Top 71 Dunia, Berkah Juara di Vietnam dan Sentuhan Magis Ihsan Maulana Mustofa

Tak hanya itu, Trump memberikan estimasi bold bahwa Teheran membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 tahun untuk membangun kembali kekuatan militernya yang porak-poranda akibat serangan udara AS dan Israel.

Jalur Energi Selat Hormuz Bukan Lagi Urusan AS?

Mengenai keamanan jalur distribusi minyak dunia di Selat Hormuz, Trump menunjukkan sikap "lepas tangan".

Ia mengindikasikan bahwa AS tidak akan lagi terlibat langsung dalam pengamanan kawasan tersebut pasca-penarikan pasukan.

"Jika Prancis atau negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka akan melewati selat itu. Mereka akan mampu mengurus diri mereka sendiri," tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB