KONTEKS.CO.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi memberikan pernyataan mengejutkan terkait tensi panas di Timur Tengah.
Trump menyatakan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan segera menyudahi operasi serangan dan meninggalkan wilayah Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Trump di Gedung Putih pada Selasa 31 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa Washington tidak lagi memerlukan kesepakatan diplomatik formal dengan Teheran untuk mengakhiri konfrontasi bersenjata ini.
Klaim Militer Iran Butuh 20 Tahun untuk Pulih
Menurut Trump, tujuan utama intervensi militer AS, yaitu mencegah Iran memiliki senjata nuklir, sudah sepenuhnya tercapai.
Ia mengeklaim serangan udara intensif yang dilancarkan sejak Februari lalu telah melumpuhkan infrastruktur pertahanan lawan hingga ke titik nadir.
"Kami akan pergi segera. Dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga. Iran tidak harus membuat kesepakatan dengan saya. Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir, dan tujuan itu telah tercapai," tegas Trump di hadapan media.
Tak hanya itu, Trump memberikan estimasi bold bahwa Teheran membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 tahun untuk membangun kembali kekuatan militernya yang porak-poranda akibat serangan udara AS dan Israel.
Jalur Energi Selat Hormuz Bukan Lagi Urusan AS?
Mengenai keamanan jalur distribusi minyak dunia di Selat Hormuz, Trump menunjukkan sikap "lepas tangan".
Ia mengindikasikan bahwa AS tidak akan lagi terlibat langsung dalam pengamanan kawasan tersebut pasca-penarikan pasukan.
"Jika Prancis atau negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka akan melewati selat itu. Mereka akan mampu mengurus diri mereka sendiri," tambahnya.