KONTEKS.CO.ID - Ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran merilis video yang diklaim memperlihatkan bangkai drone tempur murah milik AS jenis LUCAS.
Rekaman tersebut disebut sebagai bukti keberhasilan sistem pertahanan udara Iran dalam menghadapi serangan nirawak di tengah konflik regional yang kian meluas.
Namun hingga kini, klaim itu belum dapat diverifikasi secara independen, sementara Washington belum memberikan konfirmasi resmi terkait keaslian video tersebut.
Iran Klaim Hancurkan 131 Drone AS
Pihak militer Iran menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya telah menjatuhkan total 131 drone sejak eskalasi konflik meningkat.
Baca Juga: Puluhan Tentara Amerika Luka Parah Akibat Serangan Drone Iran di Kuwait
Angka ini disampaikan sebagai bukti efektivitas strategi pertahanan menghadapi serangan berbasis drone berbiaya rendah.
Drone LUCAS milik AS disebut memiliki kemiripan konsep dengan Shahed-136, yakni sebagai drone serang satu arah atau 'kamikaze'.
Kedua sistem ini dirancang untuk digunakan dalam jumlah besar guna menembus sistem pertahanan lawan.
Kemiripan tersebut menunjukkan bahwa baik Teheran maupun Washington kini mengadopsi pendekatan yang sama, yakni mengandalkan volume dan efisiensi biaya ketimbang teknologi mahal semata.
Meski Iran memamerkan rekaman puing drone, belum ada pihak independen yang memastikan keaslian atau lokasi pasti kejadian tersebut.
Dalam konflik modern, penyebaran video seperti ini kerap menjadi bagian dari strategi perang informasi.
Kondisi ini membuat publik internasional dihadapkan pada dua kemungkinan: keberhasilan nyata pertahanan Iran, atau sekadar upaya membangun persepsi kemenangan.
Profil LUCAS: Drone Murah, Efisiensi Tinggi
Drone LUCAS, atau yang dikenal sebagai FLM-136 dikembangkan oleh SpektreWorks sebagai sistem serangan tanpa awak berbiaya rendah.
Desainnya memungkinkan operasi sederhana dengan tim kecil serta kemampuan lepas landas otomatis.
Drone ini memiliki panjang sekitar 3 meter, rentang sayap 2,5 meter, bobot sekitar 81,5 kg, daya jelajah hingga ratusan mil laut dan durasi terbang mencapai 6 jam, serta kecepatan maksimum mendekati 200 km/jam.
Harga per unit yang relatif murah menjadikan LUCAS cocok untuk strategi serangan massal.
AS Percepat Produksi Drone Massal
Pemerintah AS diketahui tengah mendorong produksi besar-besaran drone murah untuk memperkuat daya tempur.
Baca Juga: Ini Dia Senjata Baru AS yang Bikin Iran Luluh-lantah: Drone Kamikaze Bernama ‘LUCAS’
Kebijakan ini telah dimulai sejak era Donald Trump dan berlanjut dalam strategi militer terbaru.
Bahkan, Departemen Pertahanan AS disebut telah meminta industri untuk memproduksi ratusan ribu unit drone dalam waktu singkat.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth tetap menegaskan bahwa AS masih memegang keunggulan.
"Iran telah kehilangan dominasi drone dan menegaskan bahwa AS memiliki dominasi udara total," klaimnya.***