dunia

Iran Spill The Tea! Respons Diplomatis Soal Desakan RI Keluar dari Board of Peace Trump

Selasa, 3 Maret 2026 | 20:30 WIB
Iran hargai kedaulatan RI di tengah desakan mundur dari Board of Peace Trump. (unsplash.com)

​KONTEKS.CO.ID -  Pemerintah Iran akhirnya merespons polemik keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), badan rekonstruksi Gaza bentukan Donald Trump.

Isu ini memanas setelah AS dan Israel meluncurkan serangan udara yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu 28 Februari 2026.

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan pihaknya tidak akan mengintervensi posisi diplomatik Jakarta.

Baca Juga: Life After Cik Cik Bum Bum, Intip Kontroversi dan Biodata Fadia Arafiq: Anak A Rafiq yang Jadi Bupati Tajir

Meski situasi di Timur Tengah sedang membara, Teheran memilih tetap chill dan menghormati otonomi kebijakan luar negeri Indonesia.

"Kami percaya bahwa kebijakan dari setiap negara diambil berdasarkan kepentingan dari negara tersebut."

"Dan kami tidak bisa mengomentari kebijakan dari sebuah negara," ujar Boroujerdi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 2 Maret 2026.

Baca Juga: Babak Baru Korupsi Lahan PT BSI: Jack Center Desak KPK Tuntaskan 'PR' Lama di Bondowoso

MUI Desak Pemerintah Ambil Sikap Tegas

Berbeda dengan sikap diplomatis Iran, Majelis Ulama Indonesia (MUI) justru memberikan teguran keras.

Pada Minggu, 1 Maret 2026  MUI mendesak pemerintah segera cabut dari BoP.

Menurut mereka, keterlibatan AS dalam serangan ke Iran membuktikan bahwa badan tersebut gagal menjalankan misi kemanusiaan yang adil.

MUI menilai strategi perdamaian yang diusung Trump lewat BoP justru berpotensi "mengubur" kemerdekaan Palestina.

Baca Juga: Hadiah All England 2026 Tembus Rp24,3 Miliar, Intip Jadwal dan Lawan 14 Wakil RI

"MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan kemerdekaan sejati di Palestina," tegas pihak MUI dalam pernyataan resminya.

Halaman:

Tags

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB