dunia

Gelombang Pencurian Museum Kembali Guncang Prancis, Ribuan Koin Kuno Abad 18 Raib Digondol Bandit

Kamis, 23 Oktober 2025 | 13:50 WIB
Ribuan koin kuno peninggalan abad 18 di Museum Denis Diderot, Kota Landres, Prancis raib dicuri (Foto: Artsakh News)

KONTEKS.CO.ID - Serangkaian pencurian besar kembali mengguncang Prancis. Dalam insiden terbaru, pencuri membobol Museum Denis Diderot di Landres dan membawa kabur hampir 2.000 koin emas dan perak.

Insiden itu terjadi hanya berselang satu hari setelah perampokan di Museum Louvre, Paris.

Peristiwa pencurian di Museum Denis Diderot baru diketahui pada Senin, 20 Oktober 2025 pagi, ketika staf museum menemukan pintu depan rusak dan lemari pajangan pecah.

Baca Juga: Museum Louvre Ditutup Usai Perampokan Bersejarah dalam 7 Menit: Koleksi Permata Mahkota Prancis Raib

Perampokan itu terjadi hanya beberapa jam setelah pencurian berani di Museum Louvre, tempat delapan permata kerajaan era Napoleon senilai sekitar USD102 juta hilang.

Menurut laporan South China Morning Post (SCMP), pencurian di Rumah Diderot berlangsung pada Minggu malam. Pihak berwenang menyebut para pelaku bekerja dengan keahlian dan perencanaan yang matang, memilih barang rampasan dengan sangat hati-hati.

Polisi kini sedang menyelidiki kemungkinan keterkaitan antara pencurian ini dengan beberapa kasus serupa yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, termasuk di Museum Jacques Chirac di Sarran, Museum Nasional Adrien Dubouché di Limoges, dan Museum Sejarah Alam di Paris.

Aksi Nekat di Louvre

Di Museum Louvre, empat pria bertopeng melakukan aksi seperti film aksi. Mereka menggunakan truk dengan tangga listrik (monte-meubles) untuk naik ke jendela lantai dua, memecahkan etalase, lalu melarikan diri ke arah Sungai Seine dengan skuter.

Baca Juga: Pencurian Terbesar Abad Ini! Louvre Paris Dibobol, Mahkota dan Permata Kerajaan Raib dalam 7 Menit

Delapan perhiasan yang mereka curi termasuk tiara, kalung, dan bros relikui milik keluarga kekaisaran Prancis dari masa Napoleon. Namun, para ahli percaya pencuri ini mungkin tak akan bisa menikmati hasil curiannya lama-lama.

“Seni sejati dalam pencurian seni adalah menjual, bukan mencuri,” kata Robert Wittman, pendiri Tim Kejahatan Seni FBI.

“Orang-orang ini meninggalkan banyak bukti forensik," imbuhnya.

Sementara itu, James Ratcliffe, selaku direktur di Art Loss Register, menilai para pelaku bukan profesional, melainkan oportunis yang memanfaatkan sistem keamanan usang di museum bersejarah.

Halaman:

Tags

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB