daerah

Evakuasi Santri Ponpes Al Khoziny: Tim SAR Tolak Pakai Alat Berat, Pilih Angkat Manual Demi Cegah Korban Jiwa

Rabu, 1 Oktober 2025 | 18:09 WIB
Evakuasi Ponpes Al Khoziny. (Dok. BNPB)

BNPB: Getaran Alat Berat Bisa Perparah Situasi

Penjelasan senada disampaikan Kapusdatin dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Baca Juga: KPK Kembali Garap Indra Utoyo di Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin EDC BRI

“Alat berat sudah disiagakan namun penggunaannya sementara belum dapat dilakukan karena dikhawatirkan getaran dapat memperparah kondisi reruntuhan,” ungkap Abdul dalam keterangan tertulis.

Dengan kondisi material bangunan yang rapuh, getaran kecil sekalipun bisa membuat puing runtuh kembali.

Risiko itu justru bisa menambah korban di lokasi kejadian.

Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan

Baca Juga: Gempa Kuat Magnitudo 6,9 Guncang Filipina, Puluhan Orang Tewas

Hingga saat ini, proses evakuasi masih dilakukan secara manual dengan dukungan penuh dari relawan dan aparat setempat.

Tercatat ada 332 personel gabungan yang diterjunkan, terdiri dari BASARNAS, BPBD Jawa Timur, Dinas PU SDA, Tagana Dinas Sosial, serta aparat TNI-Polri.

Mereka bekerja dengan sistem bergantian untuk menjaga ketahanan fisik tim, mengingat proses evakuasi bisa berlangsung panjang dan penuh tekanan.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Baca Juga: Kejari Jakpus Limpahkan Berkas Korupsi Tata Kelola Minyak Pertamina ke Pengadilan Tipikor

Keputusan Tim SAR tidak menggunakan alat berat dalam evakuasi Ponpes Sidoarjo menegaskan bahwa keselamatan korban lebih penting daripada kecepatan proses.

Dengan metode manual, peluang menemukan korban selamat di bawah puing masih bisa dimaksimalkan.

Publik kini menanti kabar terbaru dari lapangan, sambil berharap setiap upaya penyelamatan membawa hasil terbaik.***

Halaman:

Tags

Terkini