Jenazah Florencia kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Makassar pada Selasa malam, 20 Januari 2026, untuk menjalani proses identifikasi oleh tim DVI.
Profil dan Jejak Karier Korban
Florencia Lolita Wibisono, yang akrab disapa Olen, diketahui memiliki darah Manado. Berdasarkan penelusuran dari akun LinkedIn, ia merupakan lulusan Universitas Pelita Harapan (UPH).
Kariernya di dunia penerbangan dimulai pada Januari 2012 sebagai Flight Attendant Company Checker Instructor di PT Wings Abadi Airlines.
Florencia mengabdikan hampir 14 tahun hidupnya di industri penerbangan, hingga Oktober 2025.
Berencana Menikah
Salah satu kerabat mengungkapkan bahwa almarhumah tengah menyiapkan rencana pernikahan sebelum tragedi itu terjadi.
“Kami masih menunggu kabar Olen (Florencia Lolita). Ini begitu menyakitkan bagi kami. Olen somo kaweng (Olen mau menikah),” ujar Anastasya, salah satu kerabat Florencia.
Sementara itu, tim SAR sebelumnya juga mengevakuasi satu jenazah pria dari jurang sedalam sekitar 200 meter pada Minggu, 18 Januari 2026. Hingga kini, identitas jenazah tersebut masih dalam proses pemeriksaan.
Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyampaikan bahwa jenazah pria tersebut telah dibawa ke RS Bhayangkara Makassar dan diperkirakan tiba pada Rabu dini hari untuk menjalani proses identifikasi lanjutan.***
Artikel Terkait
Kemenhub Sebut Hasil Inspeksi Pesawat ATR 42-500 yang Kecelakaan Laik Terbang
Seorang Korban Pesawat ATR Ditemukan di Kedalaman 500 di Gunung Bulusaraung, Jenis Kelamin Perempuan
Update Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, 9 Tim Disebar di Sekitar Serpihan
Berhasil Diidentifikasi, Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Dipastikan Pramugari Florencia Lolita
Tim SAR Gabungan Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500 dalam Kondisi Utuh