• Sabtu, 18 April 2026

Kampung Ragnar Oratmangoen Dihantam Gempa Magnitudo 5,7, Getaran Terasa hingga Saumlaki

Photo Author
Rizki Adiputra, Konteks.co.id
- Rabu, 21 Januari 2026 | 14:17 WIB
Gempa magnitudo 5,7 guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku (Foto: BMKG)
Gempa magnitudo 5,7 guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku (Foto: BMKG)

KONTEKS.CO.ID - Gempa berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah laut barat laut Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Rabu, 21 Januari 2026 siang tadi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa yang terjadi di kampung halaman pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen itu berlangung pukul 12.49 WIB siang tadi.

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di koordinat 7,04 Lintang Selatan dan 129,73 Bujur Timur, atau sekitar 203 kilometer barat laut Tanimbar. Gempa tersebut berpusat di laut dengan kedalaman 167 kilometer.

Baca Juga: Tanimbar Maluku Diguncang Gempa di Awal Tahun Baru 2026, Cek Magnitudonya

BMKG melaporkan getaran gempa dirasakan di wilayah Saumlaki dengan intensitas II skala Modified Mercalli Intensity (MMI).

Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh sebagian kecil orang dan tidak menimbulkan kerusakan bangunan.

Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Aktivitas masyarakat di wilayah terdampak dilaporkan tetap berlangsung normal.

Tak Berpotensi Tsunami

BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Kedalaman hiposenter yang tergolong menengah hingga dalam membuat energi gempa melemah sebelum mencapai permukaan secara signifikan.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Maluku Pagi Buta, Berikut Keterangan Lengkap BMKG

Warga diminta terus memantau informasi resmi melalui kanal BMKG untuk mendapatkan pembaruan terbaru.

Wilayah Rawan Gempa

Wilayah Maluku dan sekitarnya memang dikenal sebagai salah satu kawasan rawan gempa karena berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif.

Oleh karenanya, kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana tetap menjadi hal penting, meskipun gempa kali ini tidak menimbulkan dampak serius.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rizki Adiputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X