• Sabtu, 18 April 2026

Gempa Dangkal Goyang Kepulauan Sangihe saat Warga Tertidur Lelap, BMKG Sebut Berpusat di Laut Tahuna

Photo Author
Rizki Adiputra, Konteks.co.id
- Selasa, 20 Januari 2026 | 05:27 WIB
Gempa dangkal hantam Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara dini hari (Foto: Ilustrasi/Pexels)
Gempa dangkal hantam Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara dini hari (Foto: Ilustrasi/Pexels)

KONTEKS.CO.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,7 mengguncang wilayah laut di barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Selasa, 20 Januari 2026 dini hari.

Gempa terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap dan berpusat di laut lepas.

Berdasarkan informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tercatat terjadi pada pukul 02.54 WIB.

Episentrum gempa berada pada koordinat 6,20 Lintang Utara dan 123,67 Bujur Timur, atau sekitar 351 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe.

Baca Juga: Gempa Tektonik Guncang Anyer Banten, Dipicu Subduksi Lempeng Zona Dalam

BMKG menyebut gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer, yang tergolong sebagai gempa dangkal. Kedalaman ini berpotensi menyebabkan guncangan terasa di wilayah tertentu, meski pusat gempa berada cukup jauh dari daratan.

Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi resmi mengenai dampak kerusakan maupun laporan korban akibat gempa tersebut.

BMKG juga belum mengeluarkan peringatan tsunami terkait kejadian ini, mengingat kekuatan dan karakteristik gempa yang terdeteksi.

Lokasi gempa yang berada di laut lepas mengindikasikan aktivitas tektonik pada zona pertemuan lempeng yang memang aktif di kawasan utara Sulawesi.

Wilayah Kepulauan Sangihe dan sekitarnya dikenal berada di jalur seismik aktif, sehingga kerap mengalami gempa dengan kekuatan kecil hingga menengah.

BMKG menegaskan bahwa informasi awal gempa disampaikan untuk mengutamakan kecepatan penyampaian kepada publik.

Baca Juga: Sempat Bikin Listrik Padam, Gempa Magnitudo 7,1 di Sulawesi Utara Rusak Belasan Rumah Warga

Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat mengalami pembaruan seiring masuknya data tambahan dari jaringan pemantauan seismik.

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rizki Adiputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X