• Sabtu, 18 April 2026

Nissan Rugi Rp82,2 T, Bakal PHK 10 Ribu Karyawan di Seluruh Dunia, Imbas Tarif Trump dan BYD?

Photo Author
Rat Nugra, Konteks.co.id
- Senin, 12 Mei 2025 | 22:01 WIB
 Imbas tarif Trump, Nissan bakal PHK 10 ribu karyawan di seluruh dunia. (Instagran/nissan)
Imbas tarif Trump, Nissan bakal PHK 10 ribu karyawan di seluruh dunia. (Instagran/nissan)

Baca Juga: Kronologi Aldy Maldini Dituding Menipu hingga Kiki CJR Ikutan Ngamuk: Jangan Buat Orang Meninggal!

Rugi Terburuk Sepanjang Sejarah Nissan

Angka ini akan melampaui rekor kerugian sebelumnya sebesar 684 miliar yen yang terjadi pada tahun fiskal 1999-2000, kala krisis keuangan melanda dan mendorong kerja sama dengan Renault.

Sejak itu, perusahaan terus mengalami berbagai hambatan, termasuk penangkapan mantan bosnya Carlos Ghosn pada 2018 yang kemudian melarikan diri dari Jepang dengan cara menyamar dalam kotak peralatan audio.

Dalam upaya pembenahan, Nissan menunjuk CEO baru pada Maret lalu, meski sahamnya telah anjlok hampir 40% selama setahun terakhir.

Baca Juga: Ari Lasso Kenal Dearly Djoshua Gara-Gara Yuni Shara: Ngakunya Jago Ngereview Eh Buntutnya Malah Ngerayu 

Lembaga pemeringkat seperti Moody's telah menurunkan peringkat utang Nissan ke level "junk" atau tidak layak investasi. Penurunan ini disebabkan oleh lemahnya profitabilitas serta portofolio model kendaraan yang dianggap sudah usang.

Bulan ini, Nissan juga membatalkan rencana pembangunan pabrik baterai senilai US$1 miliar di Jepang selatan. Keputusan tersebut diambil karena kondisi pasar yang dinilai tidak kondusif bagi investasi jangka panjang.

Imbas Tarif Trump

Salah satu hambatan tambahan datang dari kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menerapkan tarif impor sebesar 25% untuk semua kendaraan dari luar negeri.

Bahkan, analis Bloomberg Intelligence, Tatsuo Yoshida, menilai Nissan kemungkinan akan menjadi produsen mobil Jepang yang paling terdampak oleh kebijakan ini.

Baca Juga: Jadwal Live Thailand Open 2025 di TVRI, TVRI Sports, dan Vidio: Indonesia Kirim Alwi Farhan, Fajar dan Rian hingga Jafar dan Felisha

Menurut Yoshida, pelanggan Nissan cenderung lebih sensitif terhadap harga dibandingkan konsumen Toyota atau Honda. Hal ini membuat Nissan tidak bisa langsung menaikkan harga jual untuk mengimbangi tarif, karena dikhawatirkan akan kehilangan pangsa pasar.

Selain itu, lini kendaraan listrik Nissan belum mampu menarik minat pasar Tiongkok yang sangat kompetitif. Namun, perusahaan baru-baru ini mengumumkan investasi senilai 10 miliar yuan (sekitar US$1,4 miliar) di negara tersebut sebagai upaya memperkuat posisi.

Pasar kendaraan listrik Tiongkok kini merupakan yang terbesar di dunia, dengan produsen lokal seperti BYD mendominasi penjualan. Nissan kemungkinan membutuhkan mitra baru untuk menghadapi tekanan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rat Nugra

Sumber: Nikkei Asia, NHK World

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X