• Sabtu, 18 April 2026

Media Malaysia Sorot Masalah Besar Bulu Tangkis: Pebulu Tangkis Diperlakukan seperti Mesin yang Tak Pernah Tidur!

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Senin, 5 Januari 2026 | 22:34 WIB
Pebulu tangkis Viktor Axelsen adalah salah satu pebulu tangkis cedera, korban padatnya jadwal Tur Dunia BWF. (Foto: instagram/@viktoraxelsen)
Pebulu tangkis Viktor Axelsen adalah salah satu pebulu tangkis cedera, korban padatnya jadwal Tur Dunia BWF. (Foto: instagram/@viktoraxelsen)

Pemulihan bukanlah pilihan, tetapi sangat penting. Namun kalender memperlakukan istirahat sebagai ketidaknyamanan.

Lihat saja mantan pemain nomor 1 dunia Viktor Axelsen, yang telah keluar masuk turnamen sejak memenangkan gelar Olimpiade kedua berturut-turut di Olimpiade Paris 2024.

Sejak menjalani operasi punggung, ia kesulitan menemukan performa terbaiknya, bahkan sampai menarik diri dari turnamen pembuka musim Malaysia Open 2026.

Kemudian ada pemain peringkat 1 dunia saat ini, An Se-young, yang menderita cedera lutut jangka panjang yang tidak dapat sepenuhnya pulih karena jadwal yang padat.

Baca Juga: Menteri UMKM Apresiasi 1.000 Praja IPDN Bantu Percepatan Pemulihan Aceh Tamiang

Dan di dalam negeri, Lee Zii Jia menderita cedera pergelangan kaki dan punggung yang membatasinya hanya pada lima turnamen di tahun 2025.

Contoh-contoh ini menunjukkan satu kebenaran sederhana — pemain bulu tangkis bukanlah mesin, dan mereka membutuhkan waktu untuk pulih.

Frustrasi itu akhirnya memuncak ketika spesialis ganda Aaron Chia angkat bicara.

Peraih medali perunggu Olimpiade itu tidak menyembunyikan kemarahan atau kelelahannya ketika mempertanyakan logika jadwal saat ini, terutama keputusan untuk langsung memasukkan pemain ke Malaysia Open — sebuah turnamen Super 1000 — hanya beberapa minggu setelah Final Tur Dunia.

Baca Juga: 778 Ribu Ternak Terdampak Banjir Sumatra, Begini Rencana Pemerintah

Aaron mengatakan apa yang diam-diam diakui banyak pemain — musim tidak pernah benar-benar berakhir.

Setelah berjuang melalui lebih dari 20 turnamen, pemain diberi waktu istirahat satu atau dua pekan, kemudian diharapkan untuk mencapai intensitas puncak lagi hampir segera.

Ia bahkan mempertanyakan apakah masuk akal untuk memulai musim baru dengan salah satu turnamen terbesar di sirkuit, dengan menunjukkan bahwa para pemain masih kelelahan secara mental dan fisik dari tahun sebelumnya.

Kata-katanya bukanlah keluhan, melainkan peringatan. Karena ketika pemain dipaksa untuk berkompetisi dalam keadaan kelelahan, sesuatu pasti akan terjadi.

Baca Juga: Gara-Gara Selebrasi, TNI dan Polisi Bentrok Usai Pertandingan Sepak Bola di Buton Selatan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X