KONTEKS.CO.ID - Anthony Sinisuka Ginting mengakui suasana pertandingan masih terasa samar setelah enam bulan absen.
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia itu kembali ke arena kompetisi di Japan Open 2025, usai pulih dari cedera bahu yang dideritanya sejak Januari lalu.
“Saya harus membawa balik suasana pertandingan, tegangnya, keinginan mau menang, dan segala macamnya,” ujar Ginting usai latihan resmi di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Senin kemarin.
“Karena pasti enam bulan kosong seperti samar-samar. Perasaannya jadi diingat-ingat lagi pertandingan terakhir seperti apa.”
Baca Juga: Selain Siap Lawan Kodai Naraoka, Anthony Ginting Punya Misi Lain saat Comeback di Japan Open 2025
Japan Open 2025 menjadi turnamen pertamanya setelah terakhir kali tampil di Malaysia Open awal tahun ini.
Dalam sesi latihan berdurasi satu jam bersama tim Indonesia, Ginting mengaku masih dalam proses adaptasi, baik secara teknis maupun mental.
“Rasanya berbeda karena sudah lama sekali tidak bertanding. Biasanya saya hanya latihan, dan ini mau turnamen, walaupun masih adaptasi lapangan hari ini tapi sudah di venue jadi ada rasa yang berbeda,” katanya.
Ginting mengungkapkan sempat berdiskusi dengan pelatih Indra Wijaya untuk mempersiapkan diri lebih matang.
Baca Juga: Jonatan dan Gregoria Gugur di Babak Pertama Japan Open 2025, Amri-Nita Hajar Raksasa China!
“Ada rasa kagok pastinya karena jangankan enam bulan, satu bulan tidak pertandingan saja ada kagoknya,” ungkapnya.
“Tadi coba diskusi dengan koh Indra, apa saja yang harus dipersiapkan, tidak hanya teknisnya tapi juga non-teknis di luar lapangannya.”
Japan Open 2025 kembali digelar di Tokyo Metropolitan Gymnasium, yang sebelumnya pernah menjadi lokasi Kejuaraan Dunia 2022.
Baca Juga: Latihan Keras Anthony Sinisuka Ginting Jelang Comeback di Japan Open 2025
Artikel Terkait
Update Ranking BWF ke 27: Jonatan Christie Peringkat 4, Alwi Farhan Dipepet Ayush Shetty Juara US Open 2025
World Badminton Day 2025, BWF Ajak Penggemar Unggah Foto dan Menangkan Hadiah Jalan-Jalan ke Hangzhou
Wasekjen PP PBSI Rachmat Setiyawan Mundur saat Pemeriksaan oleh Komite Etik, Ini Penjelasan Resmi Federasi
Alasan PBSI Pasangkan Dejan dengan Bernadine: Tak Boleh Sembarangan